Momentum Hardiknas 2026, 80 Persen SD di Seluma Sukses Adopsi Kurikulum Merdeka
Kepala Seksi Kurikulum SD Dikbud Kabupaten Seluma, Sigit Budiyanto--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, wajah pendidikan di Kabupaten Seluma menunjukkan progres signifikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat mengeklaim bahwa skema Kurikulum Merdeka telah terinternalisasi dengan kuat di mayoritas Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah tersebut.
Transisi metode ajar ini dinilai berhasil karena para guru mulai meninggalkan pola konvensional dan beralih ke sistem pembelajaran yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Kepala Seksi Kurikulum SD Dikbud Kabupaten Seluma, Sigit Budiyanto, mengungkapkan bahwa dari serangkaian evaluasi lapangan, nyaris tidak ditemukan hambatan teknis yang berarti dalam proses implementasi ini.
BACA JUGA:4 Bandara di Indonesia Terapkan Fast Track, Jemaah Langsung Meluncur ke Hotel di Arab Saudi
BACA JUGA:Modus Haji Ilegal Terbongkar di Bandara Soetta, 23 WNI Gagal Terbang ke Jeddah
“Jika dipersentasekan, sekitar 80 persen sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara maksimal,” terang Sigit.
Capaian ini merujuk pada standar mutu yang telah ditetapkan oleh otoritas pendidikan dasar. Sigit meyakini bahwa kematangan para tenaga pendidik dalam memahami instrumen pembelajaran menjadi kunci utama mulusnya program ini di ruang kelas.
"Untuk saat ini, hampir seluruh tenaga pendidik di setingkat sekolah dasar dipastikan telah menguasai metode pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Hal itulah yang membuat para guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengaplikasikannya di dalam kelas," jelasnya.
Meski penguasaan teknis sudah berada di level aman, ia terus mewanti-wanti para guru agar tidak terjebak dalam rutinitas. Menurutnya, ruh dari Kurikulum Merdeka adalah kreativitas tanpa batas untuk mendongkrak antusiasme belajar peserta didik.
"Memang dalam kurikulum merdeka juga dianjurkan bagi tenaga pendidik dapat berinovasi pada saat proses mengajar," tambah Sigit.
BACA JUGA:Sudah Kantongi SP2, Aktivitas Hiburan Malam di Simpang 6 Tais Masih Beroperasi Jelang MTQ
Pemerintah Kabupaten Seluma menegaskan bahwa penguatan kurikulum ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak bibit unggul daerah yang siap bersaing di kancah nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: