Dikbud Bengkulu Selatan Jadikan Bahasa Serawai dan Aksara Kaganga Mapel Wajib

Dikbud Bengkulu Selatan Jadikan Bahasa Serawai dan Aksara Kaganga Mapel Wajib

Kepala Dikbud Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) BENGKULU SELATAN mengambil langkah berani untuk membentengi generasi muda dari pengikisan budaya. Melalui kebijakan strategis, unsur-unsur kearifan lokal kini resmi diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan guna memastikan warisan leluhur Bumi Sekundang Setungguan tetap relevan di era modern.

Kepala Dikbud Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, menegaskan bahwa institusi pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam proses transmisi nilai-nilai tradisional.

“Budaya bukan hanya untuk dikenang, tapi harus dipelajari dan dipraktikkan. Sekolah jadi tempat paling efektif untuk menanamkan itu sejak dini,” ungkap Lusi.

Implementasi program ini mencakup pendalaman materi yang sangat spesifik, mulai dari penguasaan bahasa Serawai, kemahiran tari andun, harmonisasi musik dol, hingga pelestarian aksara kaganga. Siswa tidak hanya diminta menghafal, tetapi juga memahami etika serta tata krama adat dalam tatanan sosial.

BACA JUGA:Jadwal Penyaluran Bantuan Atensi Bengkulu Selatan Mei 2026: 138 Warga Masuk Daftar Penerima

BACA JUGA:Dana Rp200 Juta Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Menuju RSUD Tais yang Amblas

“Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi bagian dari pembentukan karakter. Anak-anak kita harus tahu siapa dirinya dan dari mana asal budayanya,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, setiap sekolah didorong untuk menghidupkan ekosistem seni melalui pembentukan sanggar-sanggar internal. Siswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku seni yang aktif tampil dalam berbagai perhelatan.

“Kita ingin budaya ini hadir dan dirasakan langsung oleh siswa, bukan hanya sekadar teori di kelas,” tambahnya.

Guna menjaga orisinalitas ilmu yang diajarkan, Dikbud juga membuka pintu bagi para maestro, seniman, dan tokoh adat untuk masuk ke sekolah sebagai mentor. Lusi percaya bahwa dialog langsung dengan para praktisi budaya akan memberikan kesan yang lebih mendalam bagi para murid.

BACA JUGA:Peta Baru PAN Bengkulu, Helmi Hasan Gaet 8 Kepala Daerah Masuk Struktur

BACA JUGA:Taktik Helmi-Mian Percepat Infrastruktur, Pinjaman Rp750 Miliar dari Bank BJB Segera Cair

“Transfer pengetahuan dari para tokoh budaya ini sangat penting. Ini cara kita menjaga agar warisan leluhur tidak terputus,” kata Lusi.

Program ini selaras dengan visi Profil Pelajar Pancasila yang menekankan kemandirian serta kebhinekaan global tanpa mencabut akar jati diri bangsa. Dengan pondasi budaya yang kokoh, Lusi optimis pemuda Bengkulu Selatan akan memiliki daya saing yang lebih bermartabat di kancah nasional maupun internasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait