Langkah Siaga, Disperkan Lebong Siapkan 100 Dosis Vaksin PMK Meski Kasus Masih Nihil
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperkan Kabupaten Lebong, Gundala, S.E.--(Sumber Foto: Rega/BETV)
LEBONG, BETVNEWS – Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong kembali menyiagakan stok vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 100 dosis. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi meskipun saat ini Kabupaten Lebong masih dinyatakan nihil kasus PMK.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan infeksi virus akut dari keluarga Picornaviridae yang sangat menular pada hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, hingga rusa.
Virus ini memicu lepuh atau luka di mulut dan kuku, demam, liur berlebih, hingga risiko kematian pada hewan muda. Meski tidak menular ke manusia, PMK dapat menyebar dengan sangat cepat melalui kontak langsung maupun udara.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperkan Kabupaten Lebong, Gundala, S.E., menyatakan bahwa pihaknya tetap dalam posisi siap siaga meski belum ada laporan kasus yang ditemukan di lapangan.
BACA JUGA:Tinjau Kelayakan, Gedung PTPN Akan Disulap Jadi Sentra Layanan HAM di Bengkulu
"Memang saat ini kasus PMK di Lebong masih kosong atau nihil, tetapi kami tetap menyiapkan dosis vaksin PMK tersebut agar ke depannya jika ditemukan kasus, bisa langsung disuntikkan sehingga tidak menyebar ke hewan ternak lainnya," ujar Gundala.
Gundala juga mengimbau para peternak untuk segera melaporkan kepada Disperkan jika menemukan gejala klinis yang mencurigakan pada hewan ternak mereka.
"Kami mengimbau kepada masyarakat peternak, jika menemukan adanya gejala PMK pada hewan ternaknya, diharapkan untuk segera melapor kepada pihak kami di Disperkan Lebong agar kami bisa langsung melakukan penanganan dengan menyuntikkan vaksin PMK," tambahnya.
Berikut gejala PMK yang wajib diketahui peternak
- Demam tinggi dan kondisi hewan tampak lesu.
- Muncul lepuh atau luka berisi cairan pada bibir, lidah, gusi, hidung, dan celah kuku (teracak).
- Air liur berbusa secara berlebihan (hipersalivasi).
- Kaki pincang atau tidak mampu berjalan akibat luka pada kuku.
- Kehilangan nafsu makan (anoreksia) yang menyebabkan penurunan berat badan drastis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: