Analisis Pakar: Kerusakan Jembatan Air Matan Dipicu Pengabaian Aspek Hidrologi dalam Perencanaan

Analisis Pakar: Kerusakan Jembatan Air Matan Dipicu Pengabaian Aspek Hidrologi dalam Perencanaan

Analisis Pakar: Kerusakan Jembatan Air Matan Dipicu Pengabaian Aspek Hidrologi dalam Perencanaan--(Sumber Foto: Jul/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Indikasi adanya malapraktik perencanaan pada proyek Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Rawa Indah-Pasar Seluma semakin mencuat. Dr. Ir. Gusta Gunawan, M.T., pakar Sumber Daya Air sekaligus akademisi Magister Teknik Sipil Universitas Bengkulu (UNIB), menilai rancang bangun proyek tersebut gagal memprediksi dinamika hidrologi dan hidrolika di lokasi.

Berdasarkan hasil observasi teknis, Gusta menjelaskan bahwa kerusakan fatal tidak terletak pada pilar atau struktur inti jembatan, melainkan pada konstruksi penunjang di sekitarnya.

"Komponen utama jembatan sebenarnya cukup stabil. Namun, struktur pendukungnya hancur karena tidak mampu mengakomodasi debit air dan pola arus yang sejak awal tidak terpetakan dalam dokumen perencanaan," tegas Gusta.

Ia menyoroti karakteristik lokasi jembatan yang tergolong sangat ekstrem dan kompleks. Lokasi tersebut merupakan titik temu muara dari tiga aliran sungai sekaligus yang posisinya sangat berdekatan dengan garis pantai. Kondisi geografis ini menuntut perhitungan energi kinetik yang spesifik karena adanya interaksi langsung dengan gelombang laut.

BACA JUGA:Lindungi Ribuan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Salurkan Manfaat Rp72 Miliar

BACA JUGA:Kondisi Kesehatan Menurun, Pelimpahan Mantan Dirut Bank Bengkulu ke Jaksa Tertunda

"Faktor perubahan iklim global yang memicu anomali cuaca, intensitas hujan tinggi, serta dampak alih fungsi lahan di hulu mengakibatkan munculnya debit banjir maksimum. Inilah yang menghantam sisi pendukung jembatan," imbuh Gusta.

Menurutnya, solusi permanen harus menggunakan dua pendekatan sekaligus, yakni mitigasi dan adaptasi. Diperlukan desain proteksi yang mampu meredam ancaman dari sisi laut maupun dorongan air dari ketiga sungai tersebut.

Selain itu, pendalaman fondasi pada bangunan pelengkap serta penguatan daya dukung lahan menjadi kunci agar konstruksi relevan dengan medan yang labil.

Di sisi lain, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, H. Darmawansyah, mendesak pihak kontraktor untuk segera melakukan tindakan darurat karena jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Pihaknya menyayangkan beberapa item pekerjaan, seperti pelat injak, yang belum diselesaikan secara sempurna.

BACA JUGA:Surplus Perdagangan Bengkulu Tergerus di Awal 2026, Dampak Ekspor yang Kian Melemah

BACA JUGA:Wujudkan Wisata Sejarah Terpadu, Pemprov Bengkulu Inisiasi Kepulangan Makam Ibu Fatmawati

"Kami meminta pelaksana segera turun tangan secara darurat. Kami juga menyarankan agar rujukan teknis dari para akademisi dilibatkan secara penuh dalam perbaikan permanen nanti," kata Darmawansyah.

Mengenai pendanaan perbaikan total, Darmawansyah mengusulkan agar pemerintah kembali berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, jika skema hibah tidak memungkinkan, pemerintah daerah harus siap mengalokasikan dana melalui APBD.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: