Demi Dongkrak Pelayanan, RSUD Tais Ajukan Revisi Perbup Insentif Tenaga Medis
Direktur RSUD Tais, Nurlaili Wenis--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Demi mendongkrak mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meredam potensi konflik internal di lingkungan kerja, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais tengah mematangkan serangkaian langkah pembenahan strategis.
Salah satu poin krusial yang sedang digodok adalah melakukan revisi terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Seluma terkait formulasi insentif tenaga medis.
Direktur RSUD Tais, Nurlaili Wenis, menjelaskan bahwa perombakan regulasi tersebut sengaja diambil agar iklim kerja di internal rumah sakit semakin kondusif dan optimal, serta menyudahi adanya ego sektoral atau kubu-kubu tertentu di kalangan pegawai.
"Kita tidak ingin lagi di RSUD Tais ini ada kelompok-kelompok. Sehingga untuk meningkatkan pelayanan, maka manajemen sepakat melakukan revisi Peraturan Bupati tentang insentif di RSUD Tais," ujar Nurlaili saat memberikan keterangan pada Kamis, 28 Mei 2026.
Nurlaili menguraikan, pembenahan tata kelola dan sarana prasarana penunjang mutlak ditingkatkan demi mempertahankan status akreditasi tingkat Paripurna, sekaligus memuluskan peta jalan (road map) kenaikan tipe rumah sakit ke kelas yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Antisipasi Jemaah Kelelahan, Pemprov Bengkulu Sederhanakan Alur Kepulangan Haji Musim 2026
Sejumlah aspek fasilitas fisik yang kini menjadi fokus atensi manajemen meliputi penambahan kapasitas tempat tidur pasien, modernisasi peralatan rontgen, pemenuhan kuota dokter, stabilitas pasokan gas medis, hingga optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Seluruh variabel ini menjadi instrumen vital dalam proses penilaian mutu.
"Akreditasi terakhir dilakukan tahun 2022 dan penilaian dilakukan satu kali dalam empat tahun," sampainya.
Sejalan dengan pembenahan internal, RSUD Tais terus melakukan ekspansi jenis layanan kesehatan spesialis kelayakan publik. Beberapa program mercusuar yang sedang disiapkan antara lain pengembangan unit layanan penyakit jantung, pengadaan perangkat CT Scan, hingga penyediaan alat deteksi dini kanker (cancer screening).
Kendati demikian, realisasi program canggih tersebut saat ini masih dalam tahapan pengajuan proposal ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mengingat rumah sakit harus meloloskan syarat ketat ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya penempatan dokter spesialis dan subspesialis jantung. Selain itu, manajemen juga sedang membidik pembukaan layanan spesialis mata serta unit cuci darah (hemodialisa).
BACA JUGA:Iduladha 1447 H, Bupati Teddy Rahman Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Warga Seluma
BACA JUGA:Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1 Ton untuk Bengkulu Selatan Siap Dibagikan ke 30 Desa
Di sisi lain, hambatan klasik yang masih mengganjal operasional rumah sakit adalah persoalan infrastruktur energi. Pihak manajemen sangat mengharapkan adanya komitmen dari PT PLN untuk menyediakan jaringan listrik jalur khusus (premium) bagi RSUD Tais.
Pasalnya, fluktuasi tegangan listrik sejauh ini kerap memicu kerusakan pada perangkat medis sensitif sehingga tidak dapat dioperasikan secara maksimal.
"Sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya untuk listrik jalur khusus untuk RSUD Tais," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: