Ambles Sedalam 3,5 Meter, Akses Jalan di Desa Maras Air Nipis Lumpuh dan Membahayakan Pengendara

Ambles Sedalam 3,5 Meter, Akses Jalan di Desa Maras Air Nipis Lumpuh dan Membahayakan Pengendara

Ambles Sedalam 3,5 Meter, Akses Jalan di Desa Maras Air Nipis Lumpuh dan Membahayakan Pengendara--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan memicu terjadinya bencana tanah longsor. Dampaknya, akses jalan vital di kawasan Desa Maras, Kecamatan Air Nipis, dilaporkan ambles dan terkikis parah pada Rabu, 27 Mei 2026.

Petaka longsoran tersebut dipicu oleh hujan deras berdurasi panjang yang mengepung kawasan Kota Manna dan sekitarnya sejak pagi hingga sore hari. Akibatnya, sebagian struktur utama badan jalan terputus dan amblas ke jurang, sehingga menciptakan kondisi yang sangat berisiko bagi keselamatan para pengguna jalan yang melintas.

Merespons laporan darurat dari warga setempat, Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan bergerak cepat dengan menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian.

Agenda monitoring dan pemetaan taktis di lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bengkulu Selatan, Pedi Herwanto, bersama Kasi RR serta jajaran personel Tim RR Bencana.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pengukuran teknis di zona terdampak, bentang jalan yang mengalami amblesan memiliki lebar sekitar 7 meter, dengan kedalaman tebing longsor mencapai 3,5 meter, serta bentang panjang kerusakan jalan yang tergerus mencapai kurang lebih 83 meter.

BACA JUGA:Persiapan PON 2028, Pemprov Bengkulu Kirim Atlet Menembak Potensial ke PB Perbakin Jakarta

BACA JUGA:Genjot Pendapatan Daerah, Pemkab Bengkulu Selatan Luncurkan Aplikasi Pajak Digital Sipacak

Pedi Herwanto menjelaskan bahwa kerusakan parah pada aset jalan tersebut murni disebabkan oleh hantaman debit aliran air yang meluap akibat hujan lebat. Air mengikis struktur tanah penyangga di bagian bawah badan jalan secara masif hingga menyebabkannya kehilangan daya tumpu lalu runtuh.

“Begitu menerima laporan warga, Tim RR BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan monitoring dan pendataan. Kondisi jalan memang mengalami kerusakan cukup serius akibat terkikis air hujan,” kata Pedi saat mengonfirmasi situasi di lapangan.

Ia menambahkan, jajarannya telah merampungkan pengukuran dimensi kerusakan fisik di lokasi menggunakan alat ukur standar. Data teknis ini nantinya akan dikonversi menjadi dokumen laporan resmi guna merancang skema penanganan kedaruratan bersama instansi teknis terkait.

Di samping melakukan pendataan taktis, pihak BPBD Bengkulu Selatan juga melayangkan imbauan keras kepada segenap lapisan masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi susulan yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

Warga diingatkan untuk ekstra berhati-hati dan menurunkan kecepatan kendaraan saat terpaksa melintasi area sekitar jalan yang ambles, serta menjauhi segala aktivitas di sepanjang bantaran aliran sungai ketika hujan lebat kembali turun.

BACA JUGA:Demi Dongkrak Pelayanan, RSUD Tais Ajukan Revisi Perbup Insentif Tenaga Medis

BACA JUGA:Panggil Manajemen Hotel Mercure, DPRD Provinsi Bengkulu Temukan Pengawasan Longgar di Bika Kafe dan Black Roc

“Cuaca saat ini masih berpotensi ekstrem, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada karena bencana bisa terjadi kapan saja,” tutup Pedi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait