Layanan Besuk Lebaran di Lapas Curup Ditutup Total, Keluarga Narapidana Menangis Kecewa
Layanan Besuk Lebaran di Lapas Curup Ditutup Total, Keluarga Narapidana Menangis Kecewa--(Sumber Foto: Daman/BETV)
REJANG LEBONG, BETVNEWS – Kebijakan penutupan mendadak terhadap layanan kunjungan tatap muka bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas IIA Curup pada momen Hari Raya Iduladha memicu gelombang kekecewaan mendalam dari masyarakat.
Puluhan keluarga narapidana yang telanjur datang dari berbagai pelosok daerah terpaksa gigit jari dan gagal melepas rindu dengan kerabat mereka di dalam jeruji besi.
Perubahan drastis sistem pelayanan kunjungan yang diberlakukan di bawah komando Kepala Lapas (Kalapas) Curup, Untung Cahyo Sidharto, membuat warga yang telah memadati area lapas sejak pagi hari terpaksa berbalik pulang dengan perasaan dongkol dan kecewa.
Pilu ini salah satunya dirasakan oleh Albani Malik, seorang kakek berusia 82 tahun asal Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Bersama rombongan keluarganya, Albani mengaku telah bertolak sejak subuh buta demi bisa memeluk sang anak yang kini tengah mendekam menjalani masa hukuman pidana di Lapas Curup.
Nahas, setibanya di gerbang lapas, ia mendapati pengumuman bahwa keran kunjungan ditutup total selama perayaan Lebaran. Ironisnya, paket makanan khas Idulfitri yang telah dimasak khusus oleh sang istri untuk buah hati mereka juga dilarang keras untuk dititipkan melalui petugas jaga.
BACA JUGA:Soroti Juknis Makan Bergizi Gratis yang Kerap Berubah, HMD-GERMAS Bengkulu Siap Benahi Temuan DPRD
“Kami jauh-jauh datang dari Lubuk Linggau sejak subuh, niatnya ingin bertemu anak saat Lebaran. Tapi ternyata kunjungan ditutup dan makanan juga tidak boleh dititipkan. Kami sangat kecewa,” ujar Albani Malik dengan nada lirih saat ditemui di halaman lapas.
Albani mengetuk pintu hati pihak manajemen lapas agar lebih humanis dengan memberikan sedikit toleransi atau setidaknya menyebarluaskan maklumat penutupan jauh-jauh hari, mengingat momentum Lebaran merupakan ruang sakral bagi umat muslim untuk merajut silaturahmi.
“Setidaknya ada pemberitahuan sebelumnya, jadi kami tidak datang sia-sia. Kasihan keluarga yang datang dari jauh, titip makanan juga tidak bisa,” tambahnya menumpahkan keluh kesah.
Rasa sesal serupa dilontarkan oleh Ismawati, warga Kelurahan Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur. Dirinya mengaku buta informasi dan tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait pemblokiran izin besuk di Lapas Curup tersebut.
Menurut Ismawati, berkaca pada rekam jejak tahun-tahun sebelumnya, pihak lapas selalu memberikan kelonggaran bagi masyarakat untuk membesuk kerabat mereka pada hari kemenangan. Namun, regulasi tahun ini dinilai berubah drastis tanpa adanya transparansi informasi ke publik.
BACA JUGA:Gila! Residivis Curanmor 9 TKP di Bengkulu Diringkus Tim Jatanras 5 Jam Pasca-Beraksi
“Kami datang ingin berlebaran dengan keluarga di dalam lapas, tapi ternyata tidak bisa masuk. Tidak ada informasi sebelumnya kalau kunjungan ditutup,” cetus Ismawati.
Ia menaruh harapan besar agar otoritas pemasyarakatan setempat dapat meninjau ulang kebijakan tersebut dan mengembalikan skema kunjungan seperti sediakala agar hak emosional keluarga narapidana tetap terpenuhi.
“Harapan kami layanan tetap berjalan normal seperti tahun sebelumnya, supaya keluarga masih bisa bertemu saat momen Lebaran,” tutup Ismawati.
Hingga berita ini naik cetak, belum ada pernyataan ataupun klarifikasi resmi dari pihak manajemen Lapas Kelas IIA Curup terkait latar belakang dan alasan teknis di balik penutupan total layanan kunjungan pada hari besar keagamaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: