Imbas Minimnya Pasokan Pasca-Iduladha, Harga Ayam di Pasar Ampera Melesat ke Rp50 Ribu per Kilogram

Imbas Minimnya Pasokan Pasca-Iduladha, Harga Ayam di Pasar Ampera Melesat ke Rp50 Ribu per Kilogram

Imbas Minimnya Pasokan Pasca-Iduladha, Harga Ayam di Pasar Ampera Melesat ke Rp50 Ribu per Kilogram--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Pascaperayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, grafik harga komoditas daging ayam potong di Pasar Ampera, Kabupaten Bengkulu Selatan, melonjak cukup signifikan.

Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, harga eceran daging ayam segar saat ini bertengger di angka Rp50.000 per kilogram, naik dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.

Eskalasi harga ini diakui oleh para pedagang lokal telah merangkak naik sejak H-1 menjelang lebaran kurban hingga memasuki masa H+1 Iduladha.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Ampera, Asni, membeberkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh menipisnya pasokan ayam siap potong dari tingkat peternak maupun agen penyuplai.

“Sekarang harga ayam naik jadi Rp50 ribu per kilogram karena stok dari pemasok juga sedikit,” ujar Asni saat ditemui di lapak dagangannya pada Jumat, 29 Mei 2026.

BACA JUGA:Kanwil Kemenag Bengkulu Sembelih 17 Hewan Kurban, Ribuan Kupon Daging Dibagikan ke Masyarakat

BACA JUGA:Layanan Besuk Lebaran di Lapas Curup Ditutup Total, Keluarga Narapidana Menangis Kecewa

Asni menjelaskan, kelangkaan stok di tingkat hulu secara otomatis mendongkrak harga modal pembelian di tingkat grosir. Kondisi ini memaksa para pedagang di tingkat hilir untuk melakukan penyesuaian harga jual eceran demi menghindari risiko kerugian operasional.

Di samping kendala tersendatnya distribusi pasokan, tingginya kurva permintaan dari konsumen juga menjadi katalis utama melambungnya harga daging unggas tersebut.

Menurut analisis Asni, serapan pasar terhadap daging ayam mengalami akselerasi tajam setelah digulirkannya implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ikut menguras ketersediaan stok lokal.

“Permintaan sedang tinggi, sementara stok terbatas, jadi harga ikut naik,” jelas Asni menambahkan keterangannya.

Kendati harga daging ayam mengalami lonjakan yang cukup memukul kantong konsumen, denyut aktivitas perniagaan di Pasar Ampera pasca-Lebaran Iduladha terpantau belum sepenuhnya pulih dan cenderung lengang.

Transaksi jual beli saat ini masih didominasi oleh perputaran komoditas sayur-mayur dan kebutuhan pokok harian berskala mikro, mengingat sebagian besar pedagang besar lainnya masih belum aktif beroperasi secara penuh.

BACA JUGA:Sabet IPK 3,96 di Amerika Serikat, Putra Bengkulu Ahmad Fachry Falah Masuk Jaringan Elit Beta Gamma Sigma

BACA JUGA:Soroti Juknis Makan Bergizi Gratis yang Kerap Berubah, HMD-GERMAS Bengkulu Siap Benahi Temuan DPRD

Para pedagang menaruh harapan besar agar rantai pasokan ayam potong dari wilayah sentra produksi dapat segera kembali normal. Dengan demikian, harga di tingkat pasar tradisional diharapkan dapat berangsur melandai dan stabil, guna mencegah merosotnya daya beli masyarakat kecil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait