Sempat Anjlok ke Rp1.800, Kini Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Selatan Mulai Merangkak Naik

Sempat Anjlok ke Rp1.800, Kini Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Selatan Mulai Merangkak Naik

Sempat Anjlok ke Rp1.800, Kini Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Selatan Mulai Merangkak Naik--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Angin segar berembus ke sektor perkebunan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Grafik harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah ini dilaporkan mulai merangkak naik secara bertahap, setelah sebelumnya sempat dihantam koreksi tajam hingga menyentuh level terendah di angka Rp1.800 per kilogram.

Berdasarkan peta data pantauan terkini di tingkat korporasi, fluktuasi positif harga TBS sawit di pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) milik PT SBS saat ini tercatat sukses menembus angka Rp2.000 per kilogram.

Sementara itu, performa harga di lini PT BSL menunjukkan tren yang lebih agresif dengan bertengger di angka Rp2.180 per kilogram untuk kategori TBS, serta menyentuh Rp2.580 per kilogram untuk komoditas buah brondolan.

Sinyal pemulihan pasar ini juga mulai ditransmisikan ke tingkat loading ramp (RAM) atau pengepul kecil di tingkat desa. Pasokan TBS sawit yang sebelumnya hanya dihargai Rp1.600 per kilogram oleh para makelar, kini terkerek naik menjadi Rp1.800 per kilogram.

BACA JUGA:Ombudsman Bengkulu Warning Pelaksana SPMB 2026, Minta Jalur Prestasi Transparan Sejak Awa

BACA JUGA:Cabai Masih Stuck di Rp80 Ribu/Kg, Ini Daftar Harga Sembako di Seluma Usai Idul Adha

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Arif Budiman, mengonfirmasi bahwa jajarannya terus melakukan monitoring pergerakan harga harian secara berkala.

Dirinya membenarkan bahwa indikator pasar saat ini menunjukkan kurva pertumbuhan yang menjanjikan.

“Hari ini dari laporan harga sudah mulai berangsur naik,” ujar Arif Budiman saat dikonfirmasi, Minggu, 31 Mei 2026.

Arif menguraikan, rebound atau lompatan harga sawit ini menjadi oase penyejuk bagi kalangan petani swadaya. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir, para petani terus mengeluhkan anjloknya margin keuntungan akibat rendahnya harga jual, yang tidak sebanding dengan tingginya ongkos operasional perkebunan seperti pembelian pupuk dan upah dodos.

BACA JUGA:Klarifikasi Isu Viral, Kades Talang Giring Tepis Dugaan Perselingkuhan dan Penyelewengan Dana Desa

BACA JUGA:Harga TBS Merangkak Naik, Petani Sawit Seluma Kembali Aktif Panen

“Alhamdulillah, kita harapkan harga ini mulai stabil dan tidak ada penurunan yang begitu signifikan,” tambah Arif melayangkan harapan atas stabilitas harga komoditas makro tersebut.

Di akhir keterangannya, pihak Dinas Pertanian Bengkulu Selatan berharap tren penguatan harga kelapa sawit ini dapat terus terjaga dan konsisten dalam jangka panjang.

Dengan demikian, momentum ini diharapkan mampu menaikkan daya beli dan kesejahteraan para petani, sekaligus menjadi motor penggerak utama bagi pemulihan laju pertumbuhan ekonomi makro masyarakat di Bumi Sekundang Setungguan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait