Lahan Masih Kurang Subur, Program CSR 53 Hektare di Seluma Belum Optimal
Lahan Masih Kurang Subur, Program CSR 53 Hektare di Seluma Belum Optimal--(Foto: Julyan/BETV)
SELUMA, BETVNEWS - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 53 hektare di Kabupaten SELUMA masih menghadapi sejumlah tantangan. Lahan yang baru dibuka membuat hasil produksi padi belum mampu mencapai target yang diharapkan, sehingga pemerintah daerah terus memperkuat berbagai upaya pendampingan bagi petani.
BACA JUGA:Adanya Dugaan Pencemaran Lingkungan, KHI Minta Menteri Lingkungan Hidup Audit PLTU Teluk Sepang
BACA JUGA:Kian Memprihatinkan dan Berbahaya, Warga Tanam Batang Pisang di Jalan Lubang Menuju Napal Jungur
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan kondisi itu merupakan hal yang wajar mengingat lahan pertanian masih berada pada tahap awal pengembangan. Kesuburan tanah serta sistem pengelolaan lahan masih membutuhkan waktu dan proses agar dapat menghasilkan produktivitas yang maksimal.
“Segala yang baru itu tidak mudah untuk mencapai maksimal dan sesuai keinginan, namun kita bisa mencapai itu dengan upaya-upaya,” ujar Arian.
BACA JUGA:NTP Bengkulu Juni 2026 Merosot, Pelemahan Harga Komoditas Tekan Pendapatan Petani dan Ekspor
BACA JUGA:Dinas Pertanian Seluma Dorong Petani Sawit Bermitra dengan PKS, Harga TBS Berpeluang Lebih Tinggi
Menurutnya, pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan hasil panen. Upaya yang dilakukan meliputi pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani yang mengelola lahan cetak sawah.
“Alsintan dan perbaikan tetap kita lakukan untuk pencapaian maksimal CSR ini. Pada masa tanam kedua tetap akan terus dilakukan pemantauan dan pendampingan kepada kelompok tani,” katanya.
BACA JUGA:Dihantam Kasus Asusila PPI, Kepahiang Kini Malah Tak Punya Wakil Paskibraka di Tingkat Provinsi
BACA JUGA:Pemerintah Pusat Sudah Salurkan Rp62,35 Miliar Dana Bagi Hasil untuk Provinsi Bengkulu
Pendampingan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas. Melalui pembinaan rutin, petani diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Saat ini, produktivitas padi di kawasan Air Keruh masih berada di bawah empat ton per hektare. Pemerintah optimistis hasil panen dapat meningkat seiring membaiknya kondisi lahan, tersedianya infrastruktur pendukung, serta meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sawah.
BACA JUGA:7 SMA dan SMK di Bengkulu Bakal Direvitalisasi Tahun Ini, Enggano Jadi Prioritas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
