3.600 Warga Bengkulu Selatan Keluar dari Desil 1, Dinsos: Data Terus Diperbaharui
Kepala Dinsos Bengkulu Selatan, Hen Yepi--(Foto: Tim/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Sekitar 3.600 jiwa di Kabupaten Bengkulu Selatan tercatat mengalami perubahan posisi dari desil 1 ke kelompok desil yang lebih tinggi. Pergeseran ini menunjukkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terus berubah dan membuat data kesejahteraan perlu diperbarui secara berkala.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan, Hen Yepi, mengatakan posisi desil masyarakat bersifat dinamis. Perubahan dapat terjadi ketika kondisi ekonomi maupun sosial seseorang atau keluarga mengalami peningkatan ataupun penurunan.
“Perubahan desil di masyarakat sekarang ini sangat dinamis, baik desil yang naik ataupun yang turun. Hal itu sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujar Hen Yepi.
BACA JUGA:Rasanya Bikin Nagih, Ini Kuliner Enak Khas Jawa Tengah yang Wajib Dicoba
BACA JUGA:Pelindo: Alur Pulau Baai Terus Dijaga, Distribusi Ribuan Ton Pertalite Berjalan Lancar
Ia menjelaskan, desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi ke dalam 10 tingkatan. Posisi desil digunakan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan sekaligus menjadi salah satu dasar dalam penyaluran berbagai program pemerintah.
Dalam pengelompokan itu, desil 1 hingga desil 5 mencakup kelompok masyarakat miskin, sangat miskin, hingga rentan miskin. Sementara desil 6 sampai desil 10 masuk dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Untuk Bengkulu Selatan, sekitar 3.600 jiwa yang sebelumnya tercatat berada pada desil 1 kini mengalami pergeseran ke desil yang lebih tinggi. Kondisi ini mengindikasikan adanya perubahan status sosial ekonomi pada warga yang masuk dalam pembaruan data.
BACA JUGA:Enak dan Bikin Nagih, Rekomendasi Masakan Nasi Goreng untuk Sehari-hari, Bumbunya Sederhana
BACA JUGA:Pemkab Seluma Pastikan Utang Perjalanan Dinas dan Kontraktor Dibayar Bertahap
Namun, Hen mengingatkan posisi desil tidak bersifat permanen. Warga yang saat ini berada pada desil lebih tinggi masih dapat mengalami perubahan apabila kondisi ekonomi keluarga kembali berubah.
“Perubahan desil secara dinamis ini setiap bulan terus bergerak karena posisi desil secara berkala mengalami perubahan,” jelas Hen.
Menurutnya, pergeseran desil juga dapat terjadi ke arah sebaliknya. Ketika kondisi ekonomi masyarakat mengalami penurunan, posisi desil bisa bergerak ke kelompok yang lebih rendah.
Karena itu, perubahan data tidak selalu berarti jumlah masyarakat miskin terus berkurang. Data dapat naik atau turun mengikuti kondisi sosial ekonomi warga yang terjadi di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

