Isu PPPK Dirumahkan Bikin Resah, Walikota Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Tersebut, Ini Alasannya

Isu PPPK Dirumahkan Bikin Resah, Walikota Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Tersebut, Ini Alasannya

Isu PPPK Dirumahkan Bikin Resah, Walikota Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Tersebut, Ini Alasannya--(Sumber Foto: Tim/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Isu terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang disebut-sebut akan dirumahkan sempat memicu kekhawatiran di kalangan aparatur.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu memastikan hingga saat ini belum ada kebijakan ke arah tersebut.

BACA JUGA:Berteduh di Pondok Saat Hujan, Petani Kepahiang Tersambar Petir hingga Alami Luka Bakar

BACA JUGA:WFH Tiap Jumat Diterapkan, Pemkot Bengkulu Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa kabar yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemerintah daerah justru berupaya mempertahankan keberadaan PPPK di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Perlu kami tegaskan, sampai saat ini belum ada rencana untuk merumahkan PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu,” ujarnya.

BACA JUGA:Cetak Generasi Berkarakter, Seluma Targetkan Laboratorium Pancasila Hadir di Seluruh Sekolah Negeri

BACA JUGA:Lagi! 3 Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di UNIFIL Lebanon

Menurut Dedy, langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah tidak akan menyasar pegawai, melainkan difokuskan pada pengeluaran yang dinilai tidak prioritas.

“Kami akan terus memperjuangkan agar PPPK tetap bekerja. Efisiensi dilakukan pada belanja yang tidak terlalu mendesak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, penghematan dilakukan melalui pengurangan perjalanan dinas serta evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi yang belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

BACA JUGA:Fokus Kesiapan Jemaah, CJH Bengkulu Selatan Dipastikan Siap Berangkat Haji 2026

BACA JUGA:Dugaan Keterlibatan Pejabatan Daerah Menguat, Kasus SHM di Hutan Bukit Rabang Jadi Sorotan

“Pengeluaran seperti perjalanan dinas dan kegiatan yang kurang berdampak kami pangkas. Ini strategi agar anggaran tetap terjaga tanpa mengorbankan pegawai,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait