Wagub Tinjau Jembatan Amblas di Air Merah, Gubernur Helmi Hasan Instruksikan PUPR Gerak Cepat

Wagub Tinjau Jembatan Amblas di Air Merah, Gubernur Helmi Hasan Instruksikan PUPR Gerak Cepat

Wagub Tinjau Jembatan Amblas di Air Merah, Gubernur Helmi Hasan Instruksikan PUPR Gerak Cepat--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

REJANG LEBONG, BETVNEWS– Pasca diterjang luapan banjir yang melanda kawasan Rejang Lebong, infrastruktur vital di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan serius. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, turun langsung ke lapangan pada Kamis (2/4) siang untuk meninjau titik jembatan yang amblas di dekat musala setempat.

Kehadiran orang nomor dua di Provinsi Bengkulu ini didampingi jajaran Pemkab Rejang Lebong, guna memastikan akses mobilitas warga tidak terputus total akibat bencana tersebut.

Tidak menunggu lama, di sela-sela tinjauan lapangannya, Mian langsung melakukan koordinasi real-time dengan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Melalui sambungan telepon, Mian melaporkan urgensi perbaikan infrastruktur tersebut meskipun secara administratif berada di bawah wewenang kabupaten.

"Izin melaporkan Pak Gubernur, usai membuka agenda Musrenbang di Curup, saya menemukan kondisi jembatan yang amblas cukup parah di Air Merah. Masyarakat sangat berharap ada sentuhan dari pihak Provinsi untuk percepatan penanganan ini," lapor Mian dalam pembicaraan tersebut.

BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Kaki Bukit Kaba, Puluhan Rumah di Sumber Urip Rusak

BACA JUGA:Stok BBM Aman, Pemprov Bengkulu Tetap Batasi Pembelian demi Jaga Distribusi

Merespons laporan taktis dari wakilnya, Gubernur Helmi Hasan memberikan instruksi tegas agar birokrasi tidak menghambat penanganan bencana.

"Baik, segera petakan kebutuhannya. Pak Wakil, tolong langsung koordinasikan dengan Dinas PUPR Provinsi agar segera diambil langkah teknis," tegas Helmi Hasan.

Langkah sigap ini menjadi potret nyata dari pola kepemimpinan duet Helmi-Mian yang mengedepankan responsivitas infrastruktur. Bagi mereka, batas kewenangan antara provinsi dan kabupaten tidak boleh menjadi penghalang ketika menyangkut keselamatan dan denyut ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Penanganan jembatan Air Merah ini diharapkan menjadi pilot project sinergi antarpemerintah yang efektif. Saat ini, tim teknis dari Dinas PUPR mulai disiapkan untuk melakukan penilaian kerusakan (assessment) guna menentukan skema perbaikan permanen maupun darurat.

BACA JUGA:Harga Sawit dan Karet Melemah, Daya Beli Petani Bengkulu Maret 2026 Turun 0,31 Persen

BACA JUGA:Meski Ada Kebijakan WFH, Dukcapil Kota Bengkulu Pastikan Layanan Tetap Optimal Tanpa Gangguan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait