Bank Indonesia

Waspada Campak di Kota Bengkulu, Dinkes Petakan Wilayah Rawan dan Siapkan Protokol Masker

Waspada Campak di Kota Bengkulu, Dinkes Petakan Wilayah Rawan dan Siapkan Protokol Masker

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati--(Sumber Foto: Imron/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Ancaman wabah campak kini membayangi warga Kota Bengkulu menyusul ditemukannya titik penyebaran di beberapa wilayah.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu bergerak cepat melakukan pemetaan zona rawan guna memutus rantai penularan sebelum meluas menjadi kejadian luar biasa.

Intervensi medis dan edukasi kini difokuskan pada kawasan dengan angka temuan kasus tertinggi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun strategi penanganan berlapis berdasarkan tingkat risiko di lapangan.

"Di wilayah yang kasus campaknya cukup banyak, kami tidak tinggal diam. Kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi secara menyeluruh, mulai dari edukasi, penguatan PHBS, hingga kemungkinan pemberian antivirus bagi anak-anak maupun masyarakat yang memiliki kontak langsung dengan penderita," ungkap Nelly Hartati.

BACA JUGA:Pantai Jakat hingga Pasir Putih Kian Nyaman, Puluhan Gazebo Gratis Siap Manjakan Wisatawan

BACA JUGA:Iduladha 2026, Distan Bengkulu Selatan Verifikasi Kelayakan 896 Hewan Kurban

Kawasan Selebar kini menjadi atensi utama petugas kesehatan akibat tingginya laporan infeksi dibandingkan wilayah lain. Mengingat sifat virus yang sangat menular melalui percikan pernapasan (droplet), Dinkes mewajibkan penguatan protokol kesehatan di lingkungan padat penduduk.

Edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kembali digencarkan sebagai benteng pertahanan pertama. Masyarakat diminta disiplin dalam menjaga kebersihan tangan serta lingkungan tempat tinggal.

"Di wilayah Selebar, kami tekankan penggunaan masker dan penerapan PHBS secara ketat. Ini langkah sederhana, tapi sangat efektif untuk memutus rantai penyebaran," tambah Nelly.

Selain intervensi fisik, Dinkes juga menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit untuk memperketat pengawasan. Deteksi terhadap gejala klinis seperti demam tinggi yang disertai ruam merah, batuk, dan pilek harus segera dilaporkan dalam sistem surveilans terpadu.

BACA JUGA:Lebong Lumpuh Akibat Hujan Ekstrem, 5 Kecamatan Terendam Banjir dan Akses Jalan Terputus Longsor

BACA JUGA:Diterjang Badai di Perairan Pasir Putih, 1 Nelayan Selamat, Rekannya Hilang di Laut

Nelly mengingatkan bahwa kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan penanganan di tingkat akar rumput.

"Deteksi dini krusial untuk mencegah penyebaran lebih luas. Kami minta semua pihak, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat, untuk lebih peka. Kalau ada gejala, segera lapor. Penanganan dini itu kunci agar tidak terjadi lonjakan kasus," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait