Atasi Kekeringan Sawah Ketaping, Dinas Pertanian Ajukan 3 Unit Irigasi Pompa ke Kementan
Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransyah--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Upaya mengatasi kekeringan yang melanda persawahan di Desa Ketaping, Kabupaten Bengkulu Selatan, terus dilakukan Dinas Pertanian. Salah satu langkah utama yang ditempuh yakni mengusulkan bantuan irigasi perpompaan ke Kementerian Pertanian guna memenuhi kebutuhan air petani.
BACA JUGA:Anggaran Festival Tabut 2026 Turun Jadi Rp400 Juta, Pemprov Bengkulu Mulai Persiapan
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Mulai Cicil DBH, Rp20-Rp30 Miliar Digelontorkan Tahap Awal April Ini
Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransyah, menyampaikan bahwa usulan tersebut diajukan sebagai solusi atas terbatasnya pasokan air yang berdampak pada belum optimalnya proses tanam di wilayah tersebut.
“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami telah mengusulkan bantuan irigasi perpompaan sebanyak tiga unit ke Kementerian Pertanian. Kami berharap usulan ini bisa terealisasi pada tahun 2026 agar persoalan kekeringan di Desa Ketaping dapat teratasi,” ujar Binagransyah.
Ia menjelaskan, saat ini sebagian petani sudah mulai melakukan penanaman, namun masih ada lahan yang belum digarap karena kondisi air yang belum mencukupi. Untuk mempercepat proses tanam, pihaknya juga menurunkan alat mesin pertanian berupa jonder guna membantu pengolahan lahan.
BACA JUGA:Gerakan Infak Siswa SDN 16 Seluma, Wujud Implementasi Sekolah Laboratorium Pancasila
BACA JUGA:Dukcapil Seluma Dorong Warga Aktifkan IKD, Urus Adminduk Cukup Lewat Ponsel
“Sebagian sawah memang sudah ada yang mulai tanam, tetapi masih ada juga yang belum karena keterbatasan air. Kami sudah menurunkan jonder agar pengolahan lahan bisa lebih cepat dan masa tanam dapat segera berjalan,” tambahnya.
Di sisi lain, permasalahan irigasi juga sempat terjadi di wilayah Tebat Bagho akibat kebocoran saluran air. Kondisi tersebut telah ditinjau langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan bersama Dinas PUPR, dan kini sudah dilakukan penanganan sementara oleh BPBD.
“Untuk wilayah Tebat Bagho, sebelumnya terjadi kebocoran irigasi. Namun saat ini sudah ditangani sementara oleh BPBD dengan menutup titik kebocoran, sehingga diharapkan aliran air bisa kembali normal,” jelasnya.
BACA JUGA:Bupati Teddy Rahman Minta Kepala Sekolah Jadi Penggerak Utama Kemajuan Pendidikan Seluma
BACA JUGA:Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Seluma Gandeng BPMP dan Yayasan Sastra
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Dinas Pertanian optimistis potensi gagal panen dapat ditekan. Pemerintah daerah pun berharap seluruh aktivitas pertanian di Bengkulu Selatan dapat berjalan lancar ke depannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: