Krisis Habitat Kian Nyata, 2 Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Hutan Mukomuko

Krisis Habitat Kian Nyata, 2 Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Hutan Mukomuko

Krisis Habitat Kian Nyata, 2 Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Hutan Mukomuko--(Sumber Foto: Jemi/BETV)

MUKOMUKO, BETVNEWS – Kabar duka kembali menyelimuti dunia konservasi satwa dilindungi di Indonesia. Dua ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati mengenaskan di kawasan Hutan Produksi Bentang Seblat, Kabupaten MUKOMUKO, Bengkulu, pada Kamis (30/4).

Kondisi bangkai yang sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut mengindikasikan bahwa kedua satwa raksasa ini telah mati beberapa hari sebelum ditemukan.

Peristiwa ini terungkap setelah warga Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, melaporkan adanya aroma busuk menyengat di area perkebunan masyarakat yang masuk dalam wilayah konsesi perusahaan. Laporan tersebut segera direspons cepat oleh aparat kepolisian sektor setempat.

Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, melalui Kapolsek Sungai Rumbai, Ipda Freddy Silaen, menjelaskan bahwa tim menempuh perjalanan berat untuk mencapai titik penemuan.

BACA JUGA:Kesempatan Emas! Samsat Bengkulu Selatan Hapus Denda Pajak, Nunggak Bertahun-tahun Cukup Bayar Setahun

BACA JUGA:DLH Kota Bengkulu Tertibkan 2 TPS Liar, Aktivitas Penimbunan Sampah Ilegal Dihentikan

“Akses menuju lokasi cukup menantang karena medan berupa jalan tanah dan lokasinya sangat terpencil dari pemukiman. Tim baru tiba di titik koordinat sekitar pukul 14.00 WIB setelah bergerak sejak pagi,” ungkap Freddy.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati pemandangan memilukan. Dua bangkai gajah yang diduga kuat merupakan pasangan induk dan anak tergeletak tidak jauh dari sebuah pondok kebun yang sudah lama terbengkalai.

Meski penyebab kematian masih menjadi misteri, petugas menemukan fakta penting: kondisi fisik kedua gajah tersebut masih utuh.

Seluruh bagian tubuh seperti gading, gigi, hingga susunan tulang tidak ada yang hilang. Hal ini memicu dugaan awal bahwa kematian tersebut bukan disebabkan oleh aksi perburuan liar demi mengambil gading.

“Biasanya pada kasus perburuan, organ bernilai ekonomis seperti gading sudah raib. Namun dalam kasus ini, semuanya masih lengkap di lokasi. Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penyelidikan lebih mendalam,” jelas Freddy.

BACA JUGA:Uji Kedisiplinan ASN, Pemkot Bengkulu Gelar Sidak Dadakan ke Dikbud hingga Satpol PP

BACA JUGA:Stok Buku Nikah di Seluma Kembali Tersedia, Kemenag Salurkan 430 Pasang ke Seluruh KUA

Kepala BKSDA Resor Mukomuko, Damin, membenarkan temuan tersebut dan menyatakan bahwa tim medis segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan nekropsi (autopsi pada hewan).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait