Kontrovesi Ketidaksengajaan Mahasiswa 'Senggol' Polwan saat Pengamanan Demonstrasi, Siapa yang Salah?

Kontrovesi Ketidaksengajaan Mahasiswa 'Senggol' Polwan saat Pengamanan Demonstrasi, Siapa yang Salah?

DPRD Provinsi Bengkulu menerima massa aksi demonstrasi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Provinsi Bengkulu, Selasa 12 Mei 2026.--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Provinsi Bengkulu, diwarnai dengan aksi unjuk rasa dari kalangan Mahasiswa.

Ratusan Mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi di hadapan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, dengan menyampaikan beberapa tuntutan tentang Pendidikan diantaranya, kesejahteraan guru honorer, pemerataan infrastruktur sekolah, serta peningkatan kualitas Pendidikan.

Namun di tengah pengangkatan isu yang sangat menarik dalam situasi saat ini, aksi demonstrasi yang dilakukan kalangan Mahasiswa tersebut kemudian berubah substansinya, lantaran adanya insiden kecil yang tersorot kamera.

BACA JUGA:Dissenting Opinion dalam Putusan Ahmad Kanedi, Kuasa Hukum Buka Peluang Banding

Aksi yang harusnya menjadi sebuah kritik bagi pemangku kepentingan di Negeri ini, kemudian hilang akibat ketidaksengajaan salah satu Mahasiswa yang menyenggol bagian terlarang seorang Polisi Wanita (Polwan) yang sedang berjaga.

Sayangnya kejadian yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin tersebut, terekam kamera dari beberapa orang yang berada di lokasi, sehingga tersebar dan merubah substansi dari aksi demonstrasi.

Lalu siapa yang salah?

Perlu diketahui bahwa dalam dunia digitalisasi saat ini, setiap aksi akan disorot banyak kamera baik dari Jurnalis maupun netizen.

BACA JUGA:Kejar Opini WTP, Pemprov Bengkulu Serahkan Dokumen Keuangan 2025 ke BPK RI untuk Audit Mendalam

Insiden yang melibatkan Mahasiswa peserta aksi dan Polwan yang sedang berjaga, tentu bukan hal yang diinginkan akan tetapi sesuatu yang terjadi secara spontan karena keduanya sama-sama dalam keadaan terkejut.

Ibu Polwan yang sedang berjaga tersebut, kemungkinan kaget saat bagian sensitifnya tersentuh oleh Mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, Mahasiswa tersebut juga terkejut karena merasa dipukul oleh seorang polisi, sehingga meluapkan emosi tanpa mencari tahu terlebih dahulu kenapa dirinya dipukul.

Parahnya, kejadian ini kemudian menjadi viral dan berseleweran di berbagai platform media sosial, dan menuai berbagai komentar dari netizen.

Iya, seperti yang kita ketahui bahwa netizen merupakan komentator yang sangat proaktif menanggapi suatu kejadian, sehingga insiden ini menjadi besar dan menghilangkan tujuan utama aksi demonstrasi Hardiknas tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait