Gagal Salip Fuso di Tikungan Bengkulu Tengah, Mahasiswi Asal Kepahiang Meninggal di Tempat
Gagal Salip Fuso di Tikungan Bengkulu Tengah, Mahasiswi Asal Kepahiang Meninggal di Tempat--(Sumber Foto: Ronal/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur lintas Bengkulu - Kepahiang, tepatnya di kawasan Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Seorang mahasiswi bernama Via Agustin Vati (20), warga Desa Kandang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan lalu lintas pada Senin, 1 Juni 2026 sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui mengalami kecelakaan tragis tersebut saat tengah mengendarai sepeda motor matik dengan nomor polisi BD 5571 IE.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kronologi kejadian maut ini bermula saat korban bersama rombongan rekannya berangkat dari Kabupaten Rejang Lebong menuju arah Kota Bengkulu. Diduga karena mengejar waktu untuk masuk kerja, korban memacu kendaraannya lebih cepat dibandingkan dua rekannya yang berkendara di posisi belakang.
BACA JUGA:Sambut HUT ke-81 RI, Pemprov Bengkulu Wacanakan Gelar Lomba Panjat Pinang Massal
BACA JUGA:Warga Keluhkan Air PDAM Mati Berhari-hari, Ini Penjelasan Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu
Nahas, saat tiba di lokasi kejadian yang merupakan jalur tikungan tajam di kawasan Desa Talang Empat, petaka terjadi. Korban yang melaju kencang awalnya dilaporkan sukses menyalip satu unit mobil truk. Merasa jalur aman, ia kemudian kembali berusaha mendahului sebuah mobil Fuso bernomor polisi BH 8874 ML di depannya.
Namun tepat saat proses menyalip berlangsung, dari arah berlawanan mendadak datang sebuah mobil truk lain yang melaju dari arah Kota Bengkulu menuju Kabupaten Kepahiang.
Diduga karena jarak yang sudah terlalu dekat, setang sepeda motor korban menyenggol bagian bak truk dari arah berlawanan tersebut.
Akibat senggolan itu, korban kehilangan keseimbangan lalu terempas jatuh ke badan jalan, tepat di bawah roda mobil Fuso yang sedang disalipnya. Korban pun langsung tergeletak tak bernyawa di tengah jalan dengan luka parah.
Tidak lama berselang setelah menerima laporan warga, anggota Satlantas Polres Bengkulu Tengah langsung tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi jasad korban ke RSUD M. Yunus Bengkulu.
BACA JUGA:Anggaran Sudah Siap, Pencairan Gaji 13 ASN Pemkot Bengkulu Tinggu Juknis Pusat
BACA JUGA:Cegah Gratifikasi SPMB 2026, KPK Terbitkan Surat Edaran untuk Instansi Pendidikan
Sopir mobil Fuso, Awi, membenarkan bahwa sebelum benturan maut terjadi, sepeda motor korban memang diduga sempat bersenggolan terlebih dahulu dengan bak truk dari arah berlawanan. Menurut Awi, korban saat itu memang terlihat terburu-buru menyalip rentetan kendaraan.
"Motor ini kan nyalip mobil truk di belakang saya, sudah saya kasih tanda untuk pelan. Tapi saat dia mau nyalip mobil saya, stang motornya tersenggol bak truk lain, setelah itu saya tidak lihat lagi," ujar Awi.
Awi menambahkan, usai kejadian tersebut, dirinya bersama sang kernet langsung berinisiatif menepikan kendaraan besar mereka ke tempat yang aman. Langkah ini dilakukan dengan sengaja guna menghindari potensi kesalahpahaman atau amuk massa di tengah kerumunan warga yang mulai memadati lokasi kecelakaan.
"Kami tidak akan lari, kami tanggung jawab," katanya.
Di sisi lain, mobil truk yang diduga kuat sempat bersenggolan langsung dengan setang motor korban diketahui sudah tidak berada di lokasi kejadian alias melarikan diri saat petugas kepolisian tiba untuk melakukan penanganan.
Hingga berita ini diturunkan, kasus kecelakaan maut yang merenggut nyawa mahasiswi tersebut masih ditangani secara intensif oleh Satlantas Polres Bengkulu Tengah guna menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: