Baru Menyasar 15 Ribu Jiwa, Dinkes Sebut Capaian Cek Kesehatan Gratis di Kota Masih Minim

Baru Menyasar 15 Ribu Jiwa, Dinkes Sebut Capaian Cek Kesehatan Gratis di Kota Masih Minim

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati--(Sumber Foto: Haikal/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu terus memutar otak untuk mendongkrak cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hingga saat ini capaiannya dilaporkan masih tergolong sangat rendah.

Pasalnya, dari total sekitar 400 ribu jiwa penduduk di Kota Bengkulu, baru 15.149 orang saja yang tercatat telah memanfaatkan program ini.

Jumlah tersebut tentu masih panggang dari api jika dibandingkan dengan target ambisius yang dipatok oleh pemerintah, yakni menyasar hingga 45 persen dari total populasi penduduk. Merujuk pada data realisasi teranyar, angka capaian pelaksanaan CKG di Kota Bengkulu saat ini baru nangkring di kisaran 2,6 persen.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati, membeberkan bahwa mandeknya angka capaian ini sebenarnya bukan lantaran warga Kota Bengkulu malas atau tidak antusias untuk memeriksakan kesehatan mereka secara cuma-cuma. Melainkan, ada ganjalan teknis serius pada sistem aplikasi pendataan terpusat yang digunakan dalam menyukseskan program tersebut.

"Sebenarnya minat masyarakat untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis cukup baik. Namun kami masih menghadapi kendala pada sistem aplikasi yang digunakan untuk penginputan dan pelaporan data," ujar Neli Hartati, Rabu (3/6/2026).

BACA JUGA:Masuk Kalender KEN, Persiapan Festival Tabut 2026 Diklaim Hampir Rampung

BACA JUGA:Gelar Kunjungan Edukatif ke BETV, Murid TK Dewi Sartika Benteng Kenali Dunia Media Sejak Dini

Neli menguraikan, selain kerap kali mengalami gangguan teknis (error), sistem digital tersebut juga menerapkan pembatasan (limit) kuota jumlah data yang dapat diinput oleh petugas setiap harinya. Alhasil, proses pelaporan riwayat medis dan rekapitulasi akhir hasil pemeriksaan kesehatan di lapangan menjadi tidak maksimal dan mengalami penumpukan.

"Tidak hanya masalah gangguan sistem, pembatasan jumlah input data per hari juga menyebabkan banyak data pemeriksaan yang belum dapat tercatat secara optimal. Ini yang membuat capaian terlihat masih rendah," jelasnya.

Tak ingin tinggal diam meratapi masalah sistem, Dinkes Kota Bengkulu langsung menyiapkan langkah mitigasi dengan berencana memperluas titik pos layanan Cek Kesehatan Gratis di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama. Strategi jemput bola ini diharapkan bisa mempermudah akses masyarakat luas untuk mendapatkan skrining kesehatan.

Melalui ekspansi layanan ini, Dinkes optimistis jumlah partisipasi warga yang mengikuti program CKG bisa merangkak naik secara signifikan, sehingga rapor merah target yang dibebankan oleh pemerintah pusat bisa segera terpenuhi sebelum akhir tahun.

BACA JUGA:Nyatakan Belum Siap Swadaya, 11 Warga Seluma Pilih Mundur dari Program Bedah Rumah BSPS

BACA JUGA:Anggota Paskibraka Provinsi Bengkulu 2025 Resmi Dibubarkan, Sekda: Terima Kasih Atas Pengabdian dan Dedikasi

Sebab, di luar pemenuhan target administratif, program Cek Kesehatan Gratis ini memegang peran krusial sebagai deteksi dini (early warning system) terhadap berbagai penyakit tidak menular (PTM), sekaligus stimulan untuk memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya cek medis secara berkala.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait