Stok BBM Aman, Pemprov Bengkulu Tetap Batasi Pembelian demi Jaga Distribusi
Stok BBM Aman, Pemprov Bengkulu Tetap Batasi Pembelian demi Jaga Distribusi--(Sumber Foto: Kristiani Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bengkulu dalam kondisi aman. Meski demikian, kebijakan pembatasan pembelian tetap diberlakukan guna menjaga distribusi tetap merata di tengah masyarakat.
Kepastian stok ini mengacu pada data dari Pertamina yang menunjukkan ketersediaan BBM masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan. Untuk jenis Pertamax, stok tercatat sebanyak 690 kiloliter dan diperkirakan cukup hingga delapan hari.
BACA JUGA:Meski Ada Kebijakan WFH, Dukcapil Kota Bengkulu Pastikan Layanan Tetap Optimal Tanpa Gangguan
BACA JUGA:Harga Sawit dan Karet Melemah, Daya Beli Petani Bengkulu Maret 2026 Turun 0,31 Persen
Sementara Pertalite tersedia 3.762 kiloliter yang mampu memenuhi kebutuhan sekitar sembilan hari, dan Biosolar B40 mencapai 5.247 kiloliter dengan ketahanan hingga 17 hari.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa isu kenaikan harga BBM per 1 April yang beredar di masyarakat tidak benar alias hoaks. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
BACA JUGA:Vaksinasi Jemaah Haji Bengkulu Capai 85 Persen, Target Tuntas Sebelum Masuk Asrama
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan bahwa langkah pembatasan pembelian BBM tetap dilakukan sebagai bentuk pengendalian konsumsi energi.
“Dengan kondisi stok yang aman, kami tetap menerapkan pembatasan pembelian BBM sesuai surat edaran gubernur. Ini untuk menjaga distribusi tetap merata dan mendukung efisiensi energi,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Dalam aturan yang berlaku, kendaraan roda empat hanya diperbolehkan membeli BBM maksimal 25 liter per hari. Sedangkan kendaraan roda dua dibatasi maksimal 5 liter per hari.
BACA JUGA:Isu PPPK Dirumahkan Bikin Resah, Walikota Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Tersebut, Ini Alasannya
BACA JUGA:Berteduh di Pondok Saat Hujan, Petani Kepahiang Tersambar Petir hingga Alami Luka Bakar
Menurut Rico, kebijakan ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mendorong penghematan energi nasional, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi yang dapat mengganggu stabilitas pasokan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

