Gubernur Helmi Hasan Apresiasi Akselerasi TNI Bangun 10 Jembatan Garuda di Bengkulu
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Konektivitas wilayah terisolir di Provinsi Bengkulu kini mengalami kemajuan pesat berkat kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah dan TNI. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi prajurit TNI yang terjun langsung membangun infrastruktur vital berupa Jembatan Perintis Garuda.
Menurut Gubernur, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan menjadi motor penggerak pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh ribuan jiwa.
"Apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Pangdam II Sriwijaya dan seluruh jajaran Korem 041 Garuda Emas. Kerja nyata anggota TNI di lapangan membuktikan bahwa sinergi lintas instansi adalah kunci percepatan pembangunan daerah," ungkap Helmi Hasan, Kamis (2/4).
BACA JUGA:Wagub Tinjau Jembatan Amblas di Air Merah, Gubernur Helmi Hasan Instruksikan PUPR Gerak Cepat
BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Kaki Bukit Kaba, Puluhan Rumah di Sumber Urip Rusak
Hingga awal April 2026, sebanyak 10 jembatan gantung strategis telah diselesaikan dan mulai memasuki tahap pembangunan di berbagai kabupaten. Jembatan-jembatan ini didesain sebagai urat nadi baru untuk mobilitas warga, akses pendidikan, hingga distribusi hasil tani.
Salah satu proyek monumental adalah jembatan gantung sepanjang 50 meter yang melintasi Sungai Rindu Hati di Bengkulu Tengah, yang menghubungkan Desa Sukarami dan Desa Tanjung Raman. Kehadiran infrastruktur ini diprediksi akan mengubah taraf hidup bagi lebih dari 2.300 warga setempat.
TNI melalui berbagai Kodim di bawah jajaran Korem 041 Gamas bergerak serentak di beberapa titik krusial:
Bengkulu Tengah: Selain di Desa Sukarami, jembatan gantung juga dibangun di Desa Rajak Besi untuk melayani akses bagi 5.000 warga.
Seluma: Proyek paling panjang berada di Desa Bandung Agung (105,2 meter) dan Desa Simpang (65,5 meter) sebagai penghubung antar-desa yang selama ini terpisah sungai besar.
Rejang Lebong & Mukomuko: Pembangunan jembatan gantung di Kelurahan Dwi Tunggal (Curup) dan Desa Pondok Suguh (Mukomuko) menjadi harapan baru bagi mobilitas ekonomi masyarakat utara.
Kaur, Bengkulu Utara, & Bengkulu Selatan: Jembatan gantung di Desa Cahaya Batin, Pagar Ruyung, dan Pino Baru juga menjadi fokus untuk mempermudah akses ratusan Kepala Keluarga (KK).
BACA JUGA:Meski Ada Kebijakan WFH, Dukcapil Kota Bengkulu Pastikan Layanan Tetap Optimal Tanpa Gangguan
BACA JUGA:Harga Sawit dan Karet Melemah, Daya Beli Petani Bengkulu Maret 2026 Turun 0,31 Persen
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

