Lebong Dikepung Banjir dan Longsor di 6 Kecamatan, Pemprov Bengkulu Kerahkan Tim Logistik serta Dapur Umum
Lebong Dikepung Banjir dan Longsor di 6 Kecamatan, Pemprov Bengkulu Kerahkan Tim Logistik serta Dapur Umum--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Intensitas hujan yang ekstrem sejak Minggu sore (5/4) hingga Senin pagi memicu bencana hidrometeorologi masif di Kabupaten Lebong.
Enam kecamatan dilaporkan lumpuh akibat rendaman banjir dan terjangan tanah longsor, yang memaksa Pemerintah Provinsi Bengkulu segera menetapkan langkah darurat dengan mendirikan dapur umum di lokasi terdampak.
Luapan sungai besar seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram menjadi penyebab utama air masuk ke pemukiman warga dan memutus akses jalan raya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, sebaran bencana meluas di titik-titik berikut:
Kecamatan Lebong Tengah: Desa Semelako I, Karang Anyar, dan Tanjung Bungai II terendam banjir.
Kecamatan Lebong Utara: Banjir melanda Nangai Amen, Pasar Melintang, dan Pasar Muara Aman, sementara Desa Lebong Tambang dihantam longsor.
Kecamatan Amen: Pemukiman di Desa Nangai Tayau dan Sungai Gerong tergenang air.
Kecamatan Uram Jaya: Desa Lemeu dilanda longsor, sedangkan Desa Tangua, Kota Agung, dan Kota Baru terendam banjir.
Kecamatan Lebong Selatan: Luapan air mencapai Desa Kutai Donok.
Kecamatan Pinang Belapis: Akses di Desa Air Kopras terputus akibat longsor.
BACA JUGA:Arus Deras Sungai Air Seluma Hanyutkan Jembatan, Desa Lubuk Resam Terisolasi
BACA JUGA:Waspada Campak di Kota Bengkulu, Dinkes Petakan Wilayah Rawan dan Siapkan Protokol Masker
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi sejak siang hari memicu kenaikan debit sungai yang sangat drastis.
"Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air pada sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan, khususnya di wilayah sekitar daerah aliran sungai," ungkap Khairil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

