Jembatan Air Matan Senilai Rp16 Miliar Amblas, Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Ungkap Penyebabnya
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso--(Sumber Foto: Jul/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, membeberkan hasil evaluasi teknis pasca meninjau langsung kondisi Jembatan Air Matan yang amblas.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, Tejo menyebutkan bahwa secara umum desain awal pembangunan jembatan telah memenuhi spesifikasi teknis yang direncanakan.
Namun, terdapat faktor eksternal yang tidak terprediksi, yakni besarnya tekanan arus dari dua arah sekaligus, yaitu aliran sungai dan gelombang laut (rob).
"Secara desain awal sebenarnya sudah sesuai spesifikasi. Hanya saja, saat perencanaan belum memperhitungkan tekanan arus dari dua sisi, yakni dari sungai dan laut secara bersamaan," jelas Tejo Suroso.
BACA JUGA:Dalami Laporan Kematian Gita, Bid Propam Polda Bengkulu Periksa 3 Saksi
BACA JUGA:Usut Dugaan Korupsi THL, Subdit Tipidkor Polda Bengkulu Geledah RSKJ Soeprapto dan BKAD
Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian oprit atau timbunan jembatan, yang memicu penurunan pada struktur penahan.
Sebagai langkah percepatan penanganan, pihak rekanan diminta segera melakukan penguatan struktur tambahan. Langkah ini mencakup pemasangan pemecah ombak (breakwater) di sisi laut, serta pembangunan box slab dan pemasangan turap (sheet pile) di sisi sungai.
"Rekanan akan kita minta memasang pemecah ombak, kemudian di sisi sungai ditambah box slab dan turap untuk memperkuat struktur penahan," tegasnya.
Selain faktor arus, Tejo juga menyoroti adanya kekurangan pada kepadatan pondasi, khususnya terkait volume tanah timbunan yang dinilai belum maksimal.
Ia telah memerintahkan pembongkaran pada bagian dinding oprit penahan air untuk dilakukan penambahan material, termasuk penggunaan geotekstil guna meningkatkan daya dukung tanah dan mencegah penurunan kembali.
BACA JUGA:Tidak Hanya Banjir, Cuaca Ekstrem Juga Sebabkan 6 Titik Longsor di Bengkulu
BACA JUGA:Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tunggu Kabar Pembahasan Inpres dari Kementerian
"Di bagian pondasi memang ada kekurangan tanah timbunan. Ini akan kita perbaiki dengan penambahan geotekstil agar struktur lebih stabil," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

