Tiket Pesawat Bengkulu–Jakarta Habis hingga 10 April, Harga Tembus Rp1,5 Juta
General Manager Angkasa Pura II Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhamad Haekal--(Sumber Foto: Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Dua pekan pasca Idulfitri dan libur Paskah 2026, tren mobilitas masyarakat di sektor transportasi udara Provinsi Bengkulu terpantau masih sangat tinggi. Padatnya pemesanan tiket rute Bengkulu–Jakarta (PP) bahkan tercatat telah terisi penuh (fully booked) hingga 10 April mendatang.
General Manager Angkasa Pura II Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhamad Haekal, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan imbas akumulasi arus balik Lebaran yang bersinggungan dengan libur panjang Paskah.
"Tingginya permintaan ini adalah dampak langsung dari antusiasme perjalanan udara pasca libur panjang. Kapasitas penerbangan menjadi sangat terbatas karena lonjakan penumpang terjadi secara bersamaan," ujar Haekal, Rabu (8/4).
Kondisi ini dibarengi dengan meroketnya harga tiket kelas ekonomi. Jika biasanya harga tiket berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,2 juta, saat ini masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp1,5 juta untuk satu kali penerbangan.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Geledah Kantor Disparpora dan BKD Kepahiang
BACA JUGA:Angin Segar! TPP ASN Bengkulu Selatan Dipastikan Cair Bulan Depan
Haekal memaparkan, lonjakan harga dipicu oleh berkurangnya suplai maskapai menyusul terhentinya operasional Garuda Indonesia di rute ini serta melambungnya harga bahan bakar pesawat (avtur) di tingkat global.
"Ada beberapa faktor fundamental. Pertama, berkurangnya suplai penerbangan. Kedua, kenaikan harga avtur global yang kini mencapai 67 hingga 70 persen akibat eskalasi konflik geopolitik dunia," jelasnya.
Guna meredam beban masyarakat, pemerintah pusat telah meluncurkan langkah mitigasi. Kebijakan tersebut mencakup izin penyesuaian tarif tiket di kisaran 9 hingga 13 persen, yang diimbangi dengan pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga konektivitas udara di Bengkulu tetap stabil di tengah tekanan biaya energi global yang kian berat.
BACA JUGA:Terlambat Diusulkan, Payung Hukum Perampingan OPD Pemprov Bengkulu Tak Masuk Daftar Prioritas 2026
Terkait kekosongan jadwal yang ditinggalkan Garuda Indonesia, Haekal menyebut maskapai Citilink direncanakan akan masuk untuk menambah frekuensi penerbangan. Namun, rencana tersebut masih tertahan proses birokrasi.
"Rencana penambahan frekuensi oleh Citilink saat ini masih dalam tahap pengurusan perizinan. Apabila seluruh proses legalitas selesai, tambahan penerbangan ini diharapkan segera beroperasi untuk mengurai kepadatan penumpang," pungkas Haekal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

