Solusi Cepat Krisis Air Lebong, Kapolda Bengkulu Operasikan Teknologi Water Treatment di Lokasi Banjir
Solusi Cepat Krisis Air Lebong, Kapolda Bengkulu Operasikan Teknologi Water Treatment di Lokasi Banjir--(Sumber Foto: Imron/BETV)
LEBONG, BETVNEWS – Kelumpuhan instalasi PDAM akibat banjir bandang di Kabupaten LEBONG yang berdampak pada 6.395 jiwa, langsung direspons cepat oleh jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu. Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, mengerahkan unit kendaraan canggih water treatment milik Satbrimob untuk memasok kebutuhan air bersih warga yang sempat terputus total.
Kondisi terparah terpantau di Desa Nangai Amen. Di sana, pipa distribusi air bersih hancur diterjang material banjir, memaksa warga mengonsumsi air keruh selama berhari-hari.
"Banjir kali ini sangat ekstrem. Jika biasanya hanya setinggi lutut, Senin kemarin mencapai dada orang dewasa. Fokus kami saat ini adalah melayani kebutuhan dasar warga, terutama akses air bersih yang sangat krusial," tegas Irjen Pol Mardiyono saat meninjau lokasi, Rabu (8/4).
BACA JUGA:Bantah Terima Aliran Dana, Saksi Ana Tasia Sebut Masih Banyak THL Belum Dibayar
BACA JUGA:Resmi Terima SK, 188 ASN Baru Pemprov Bengkulu Diingatkan Soal Amanah dan Etika
Kehadiran truk penjernih air ini menjadi oase bagi masyarakat. Mesin ini bekerja mengolah air kotor menjadi air layak konsumsi dengan kapasitas besar setiap jamnya. Langkah ini diambil karena pemulihan pipa PDAM yang tertimbun lumpur diprediksi memakan waktu lama.
Tak hanya soal fisik, Kapolda yang dikenal berjiwa sosial ini juga menyisir tenda-tenda pengungsian untuk membagikan mainan kepada anak-anak. Langkah ini merupakan bagian dari Trauma Healing lewat metode play therapy.
"Anak-anak tidak boleh memikul beban stres bencana. Kami hadirkan dokter, obat-obatan, dapur umum, hingga terapi bermain agar keceriaan mereka tidak terenggut oleh trauma banjir ini," tambahnya.
Manfaat bantuan ini dirasakan langsung oleh Darmi, warga terdampak yang mengaku sempat putus asa mencari air bersih. Selama tiga hari, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air tak layak karena sumber air bersih terdekat berjarak 10 kilometer.
BACA JUGA:Muswil Bengkulu Dinyatakan Ilegal, Kursi Ketua PPP Kembali ke Erwin Octavian
BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi Rp6,2 Miliar, Polda Bengkulu Geledah 6 Lokasi di Kepahiang
"Kami sangat bersyukur. Sebelumnya, kalau mau air bersih harus ke Sungai Air Lemeu yang jaraknya sangat jauh. Sekarang air bersih datang langsung ke desa kami berkat bantuan Polda," pungkas Darmi.
Selain bantuan teknologi dan medis, bantuan sembako massal juga terus disalurkan guna memastikan ketahanan pangan warga selama masa tanggap darurat berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

