Spesialis Curnak Beraksi di Bentiring Permai, 18 Ekor Ayam Ras Digondol, Korban Rugi Jutaan Rupiah

Spesialis Curnak Beraksi di Bentiring Permai, 18 Ekor Ayam Ras Digondol, Korban Rugi Jutaan Rupiah

Spesialis Ternak Beraksi di Bentiring Permai, 18 Ekor Ayam Ras Digondol, Korban Rugi Jutaan Rupiah--(Sumber Foto: Imron/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Ketenangan warga di kawasan Jalan Bypass, Kelurahan Bentiring Permai, terkoyak oleh aksi pencurian ternak (curnak) yang terorganisir. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 18 ekor ayam ras bernilai ekonomis tinggi raib digasak maling dari kandang pemiliknya pada Selasa (28/4) dini hari.

Komplotan pencuri ini diduga menyasar ayam-ayam berkualitas kontes dan konsumsi premium, yang memicu kerugian finansial hingga Rp7 juta.

Aksi pencurian ini baru terdeteksi saat matahari mulai menyingsing sekitar pukul 06.00 WIB. Naryadi, salah satu korban, tersentak saat mendapati area belakang rumahnya berantakan. Gembok pengaman kandang yang biasanya kokoh, ditemukan dalam kondisi hancur akibat dirusak paksa dengan alat berat.

Dari total ternak yang hilang, 17 ekor merupakan milik Naryadi yang terdiri dari jenis Bangkok, Kampung, dan Brahma—ras ayam yang dikenal memiliki harga selangit di pasaran. Sementara itu, satu ekor ayam bangkok milik tetangganya, Mun’im, juga turut raib dalam operasi "senyap" tersebut.

BACA JUGA:Bhayangkari Bengkulu Rayakan HUT YKB ke-46 Bersama Anak-anak Bina Netra

BACA JUGA:Fri Wisdom S. Sumbayak Resmi Jabat Kasi Penkum Kejati Bengkulu

Sulirman, kerabat korban, mengungkapkan bahwa Gang Abu Bana kini berada dalam bayang-bayang ketakutan. Menurutnya, insiden ini bukanlah kasus tunggal, melainkan rangkaian dari rentetan kriminalitas yang kerap melanda wilayah mereka.

“Aksi ini bukan yang pertama. Lingkungan kami sudah sering disatroni maling, mulai dari mesin air, tabung gas, sampai barang elektronik. Kami sangat berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli karena pelakunya sangat meresahkan,” tutur Sulirman dengan nada kecewa.

Warga meyakini para pelaku merupakan pemain lama yang paham situasi lapangan. Pemanfaatan akses Jalan Bypass sebagai jalur pelarian cepat serta minimnya lampu penerangan jalan dituding menjadi faktor utama yang memudahkan pelaku melancarkan aksinya tanpa terdeteksi.

BACA JUGA:Budaya Digital sebagai Arena Konstruksi Identitas dan Implikasi Terhadap Kesehatan

BACA JUGA:Ekonomi Platform dan Ketimpangan Kuasa Buruh Digital

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polresta Bengkulu untuk ditindaklanjuti. Menanggapi situasi yang kian rawan, warga Bentiring Permai berencana menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Ketua RT setempat juga mengimbau warga untuk meningkatkan proteksi mandiri, seperti penggunaan gembok ganda hingga pemasangan CCTV di area-area rawan.

Di sisi lain, kepolisian meminta masyarakat tetap waspada pada jam-jam krusial antara pukul 01.00 hingga 04.00 WIB dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan melalui layanan call center 110.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: