Pantau Kesiapan Haji, Ombudsman Bengkulu Soroti Perlunya Penguatan Tim Medis di Asrama
Pantau Kesiapan Haji, Ombudsman Bengkulu Soroti Perlunya Penguatan Tim Medis di Asrama--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Asrama Haji Bengkulu guna menjamin hak-hak jemaah calon haji terpenuhi sebelum bertolak ke Tanah Suci. Fokus pengawasan kali ini tertuju pada mitigasi potensi maladministrasi dan optimalisasi fasilitas pendukung bagi para tamu Allah.
Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Bengkulu, Hendra Irawan, yang memimpin langsung pemantauan tersebut menegaskan bahwa standar pelayanan publik tidak boleh kendor, terutama pada sektor pelayanan dasar haji.
“Kehadiran kami adalah untuk memastikan penyelenggaraan haji terbebas dari malpraktik layanan. Hak jemaah harus dijamin secara penuh, mulai dari kesiapan teknis di asrama hingga proses pemberangkatan,” jelas Hendra.
Dalam peninjauannya, tim Ombudsman memberikan apresiasi terhadap infrastruktur fisik asrama yang dinilai dalam kondisi prima. Aspek sanitasi, kebersihan ruang istirahat, hingga higienitas katering mendapat penilaian positif dari tim pengawas.
Namun, Ombudsman menemukan catatan penting setelah berdialog langsung dengan para jemaah. Aspirasi yang mencuat adalah kebutuhan akan peningkatan jumlah dan responsivitas petugas kesehatan di area asrama.
BACA JUGA:Sabu dalam Sedotan, Satresnarkoba Bengkulu Selatan Bongkar Taktik Pengedar di Pasar Manna
BACA JUGA:Tinggalkan Metode Lama, DLHK Bengkulu Selatan Targetkan TPA Kayu Arau Jadi Landfill Standar Nasional
“Meski fasilitas fisik sudah mantap, ada masukan krusial terkait pelayanan medis. Jemaah, khususnya kelompok lansia, berharap pemantauan kesehatan dilakukan secara lebih intensif dan proaktif selama mereka menjalani masa karantina singkat di asrama,” tutur Hendra.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Intihan, MH, menyatakan bahwa sejauh ini operasional di Asrama Haji berjalan kondusif. Ia meyakini personel Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang diterjunkan sudah cukup memadai untuk mengakomodasi kebutuhan jemaah.
“Secara manajerial, seluruh layanan sudah ter-cover. Kami berupaya memberikan kenyamanan maksimal bagi 1.346 jemaah yang terbagi dalam 3,5 kloter pada musim haji 2026 ini,” ungkap Intihan.
Hasil temuan lapangan ini nantinya akan diformulasikan oleh Ombudsman menjadi dokumen rekomendasi resmi. Laporan tersebut diproyeksikan sebagai rujukan bagi instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh, demi mewujudkan pelayanan haji yang lebih responsif dan ramah lansia di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: