Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu Capai 55 Persen, Pendataan Siswa Mulai Dilakukan
Kepala Sentra Dharma Guna Provinsi Bengkulu, Hari Setiadi--(Sumber Foto: Kristiani Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Proses pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Pekan Sabtu, Kota BENGKULU, terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, pembangunan fisik telah mencapai sekitar 55 persen dan ditargetkan meningkat hingga 80 persen pada akhir Mei mendatang.
Selain pembangunan gedung, berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti ketersediaan air bersih dan listrik juga mulai dipenuhi. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera difungsikan.
BACA JUGA:Ada Voucher Belanja, Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah di 4 Titik, Catat Lokasi dan Tanggalnya
BACA JUGA:Media Sosial Jadi Arena Perang Digital: Teknologi, Remaja, dan Perebutan Opini di Era Konflik Global
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan Sekolah Rakyat ini ditargetkan rampung 100 persen pada 20 Juli mendatang. Dengan demikian, sekolah tersebut diharapkan sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Kepala Sentra Dharma Guna Provinsi Bengkulu, Hari Setiadi mengatakan, selain fokus pada pembangunan fisik, pihaknya juga mulai melakukan berbagai persiapan lain, termasuk pendataan calon siswa.
"Saat ini proses persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pendataan calon siswa yang akan mengisi Sekolah Rakyat," ujar Hari Sabtu, 2 Mei 2026.
BACA JUGA:Penataan Pantai Panjang Dikebut, Sehmi: Wujudkan Kawasan Wisata Tertib, Nyaman dan Berdaya Saing
BACA JUGA:Perang Siber dan Manipulasi Informasi: Ketika Medan Tempur Berpindah ke Dunia Maya
Pendataan tersebut dilakukan oleh tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial Provinsi Bengkulu. Dimana proses ini mengacu pada arahan Kementerian Sosial, yakni penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dibuka secara umum, melainkan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Penerimaan siswa tidak dibuka secara umum, melainkan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil satu dan dua atau kelompok masyarakat paling rentan," jelasnya.
BACA JUGA:PWI Siap Kawal Tuntas Kasus Intimidasi 7 Wartawan oleh Kadis PMD Kepahiang
BACA JUGA:Usai Gajah, Kini Harimau Sumatera Ditemukan Mati di Mukomuko
Lebih lanjut, Hari mengungkapkan bahwa dari total target sebanyak 1.000 siswa, pada tahun ajaran 2026/2027 baru akan diisi sebanyak 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: