Menikah dan Putus Sekolah, 44 Siswa SMA/SMK di Bengkulu Dinyatakan Tidak Lulus Tahun Ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zul Hendri --(Sumber Foto: Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Dari total 26.080 siswa tingkat SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 44 siswa dinyatakan tidak lulus. Rinciannya, 21 siswa berasal dari tingkat SMA dan 23 siswa dari tingkat SMK yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zul Hendri menjelaskan, ketidaklulusan tersebut bukan disebabkan oleh faktor akademik.
Ia menegaskan, sebagian besar siswa tidak lulus karena faktor non akademik, seperti memilih menikah atau berhenti sekolah sebelum menyelesaikan proses pendidikan.
"Ketidaklulusan ini bukan karena nilai akademik, tetapi lebih kepada faktor non akademik. Ada siswa yang memilih menikah, ada juga yang berhenti sekolah sebelum menuntaskan masa studinya," jelas Zul Hendri, Rabu (6/5).
BACA JUGA:Realisasi PAD Wisata Lebong Capai 70 Persen, Air Putih Jadi Penyumbang Terbesar
BACA JUGA:Dinkes Kota Bengkulu Pastikan 38 Dapur MBG Telah Penuhi Standar Higiene Sanitasi
Ia menambahkan, kebijakan kelulusan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, di mana siswa wajib menyelesaikan seluruh proses pembelajaran serta memenuhi persyaratan administratif dan akademik. Jika masa studi tidak diselesaikan, maka siswa tidak dapat dinyatakan lulus.
Pengumuman kelulusan sendiri telah dilaksanakan secara serentak pada 4 Mei 2026 melalui sistem daring, setelah seluruh siswa mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS).
Metode ini dipilih untuk memberikan kemudahan akses bagi siswa dan orang tua, sekaligus menghindari potensi kerumunan di lingkungan sekolah.
Pihak dinas juga mengimbau para siswa yang telah lulus agar tidak melakukan aksi coret-coret seragam, konvoi di jalan raya, maupun perayaan berlebihan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
BACA JUGA:Bantu Pelajar Kurang Mampu, Pemkab Bengkulu Utara Buka Seleksi Beasiswa Berprestasi Secara Online
BACA JUGA:Cukup Rp20 Juta, Komisi I DPRD Desak Pemkot Segera Perbaiki Kantor Lurah Malabro
Sementara itu, bagi siswa yang tidak lulus, pemerintah tetap memberikan perhatian serius dengan mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur non formal, seperti program kesetaraan Paket C.
"Pemerintah tetap memberikan perhatian. Kita dorong mereka untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur non formal seperti Paket C atau program kesetaraan lainnya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: