Surplus Perdagangan Bengkulu Tergerus di Awal 2026, Dampak Ekspor yang Kian Melemah
Surplus Perdagangan Bengkulu Tergerus di Awal 2026, Dampak Ekspor yang Kian Melemah--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Performa neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada periode Januari-Maret 2026 menunjukkan tekanan yang cukup berat.
Meskipun masih bertahan di zona hijau dengan surplus sebesar US$7,53 juta, perolehan ini merosot tajam jika disandingkan dengan catatan surplus pada periode yang sama tahun lalu yang mampu menyentuh angka US$42,50 juta.
Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menyebutkan bahwa penyusutan surplus yang signifikan ini merupakan imbas dari melambatnya arus ekspor pada sejumlah komoditas primadona daerah.
Berdasarkan data terbaru, total nilai pengiriman barang ke luar negeri pada Maret 2026 tercatat sebesar US$3,74 juta.
BACA JUGA:Kodim 0425/Seluma Pacu Pengerjaan Rumah Layak Huni di Desa Lubuk Lagan
BACA JUGA:Polemik Pemagaran Kantor Golkar Kota Bengkulu: Pengacara Mardensi Beri Peringatan Keras
Meski angka ini menunjukkan perbaikan sebesar 34,88 persen dibandingkan bulan Februari, namun secara tahunan (year-on-year) performanya terjun bebas hingga 59,19 persen.
"Ada kontraksi yang cukup dalam jika kita membandingkan capaian Maret tahun ini dengan Maret 2025. Salah satu faktor penyebabnya adalah pelemahan permintaan atau penurunan nilai pada komoditas utama," ungkap Win Rizal.
Dari sisi sektoral, industri pengolahan serta pertambangan sebenarnya mengalami pertumbuhan bulanan masing-masing sebesar 15,30 persen dan 35,52 persen.
Namun, tren positif itu terhambat oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang justru terkoreksi sedalam 68,53 persen. Bahkan, ekspor olahan tepung terhenti sepenuhnya, sementara sektor binatang hidup serta karet masing-masing amblas di atas 90 persen.
BACA JUGA:Bengkulu Selatan Menanti Keputusan Pusat Terkait Sapi Kurban Presiden Prabowo
BACA JUGA:Jalur Lintas Bengkulu-Manna Dialihkan, Seluma Siapkan Rekayasa Lalin Sambut MTQ Provinsi
Di tengah lesunya beberapa sektor, golongan barang seperti garam, belerang, batu, dan semen muncul sebagai pembeda dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 225,10 persen.
Selain itu, pada bulan Maret ini, Bengkulu juga tercatat sama sekali tidak melakukan aktivitas impor dari luar negeri.Terkait destinasi perdagangan, Pakistan masih menjadi tumpuan utama dengan menyerap 73,55 persen dari total ekspor Bengkulu atau senilai US$5,54 juta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: