Lindungi Ribuan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Salurkan Manfaat Rp72 Miliar

Lindungi Ribuan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Salurkan Manfaat Rp72 Miliar

Lindungi Ribuan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Salurkan Manfaat Rp72 Miliar--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Realisasi jaminan sosial bagi para pekerja di Provinsi Bengkulu menunjukkan angka yang signifikan. Hingga memasuki bulan April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu tercatat telah menyalurkan dana klaim sebesar Rp72 miliar kepada 7.600 peserta yang mencakup berbagai program proteksi diri.

Total pencairan tersebut meliputi klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), hingga bantuan bagi mereka yang terdampak Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Ferama Putri, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu, menegaskan bahwa pendistribusian dana ini adalah bukti nyata peran pemerintah dalam memitigasi risiko sosial ekonomi bagi tenaga kerja dan ahli warisnya.

"Kami hadir untuk memastikan para pekerja mendapatkan haknya. Pembayaran klaim ini menjadi jaring pengaman agar kesejahteraan keluarga pekerja tetap terjaga saat terjadi risiko kerja," tutur Ferama.

BACA JUGA:Kondisi Kesehatan Menurun, Pelimpahan Mantan Dirut Bank Bengkulu ke Jaksa Tertunda

BACA JUGA:Wujudkan Wisata Sejarah Terpadu, Pemprov Bengkulu Inisiasi Kepulangan Makam Ibu Fatmawati

Selain santunan tunai, dukungan pendidikan juga menjadi prioritas. Sebanyak 333 anak dari pekerja yang telah berpulang menerima beasiswa dengan akumulasi bantuan senilai Rp748 juta. Inisiatif ini dirancang agar generasi penerus peserta tetap dapat melanjutkan studi mereka tanpa terkendala biaya.

Mengenai jangkauan program, saat ini kepesertaan di Bengkulu baru menyentuh angka 26 persen, atau sekitar 200 ribu orang. Namun, BPJS Ketenagakerjaan memasang target ambisius untuk menaikkan angka Universal Coverage Jamsostek (UCJ) hingga 46 persen pada pengujung 2026.

"Masih ada tantangan besar untuk merangkul sekitar 200 ribu pekerja lagi, baik dari lini formal, sektor informal, hingga jasa konstruksi, agar mereka masuk ke dalam payung perlindungan jaminan sosial," tambah Ferama.

Khusus untuk sektor kelautan, perlindungan bagi nelayan saat ini didorong melalui kolaborasi anggaran antara pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah wilayah seperti Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Mukomuko telah aktif mengalokasikan pembiayaan, sementara Pemerintah Provinsi Bengkulu berperan dalam skema pembagian beban (sharing budget) untuk menjangkau pekerja yang belum terakomodasi.

 

Pihak BPJS Ketenagakerjaan juga terus mengimbau para pemilik usaha dan sektor mikro agar patuh terhadap regulasi pendaftaran karyawan. Sinergi lintas sektor serta akurasi basis data menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kerentanan ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun risiko kematian di wilayah Bengkulu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: