Ditutup Total Selama Kontruksi, Penataan Danau Dendam Tak Sudah Ditarget Rampung Desember 2026
Ditutup Total Selama Kontruksi, Penataan Danau Dendam Tak Sudah Ditarget Rampung Desember 2026--(Sumber Foto: Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Cetak biru megaproyek penataan kawasan cagar alam Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu resmi menginjak fase eksekusi fisik.
Langkah taktis ini menyusul kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang telah merampungkan serah terima aset lahan hasil pembebasan seluas 5 hektare kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia guna mempercepat konstruksi destinasi wisata ikonik tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, memaparkan bahwa hamparan lahan seluas 5 hektare yang menjadi alas pembangunan tersebut merupakan produk pembebasan lahan yang digulirkan secara bertahap sejak tahun 2019 lalu.
Pasca-tuntasnya kliring administrasi penyerahan aset, Kementerian PU langsung menerjunkan alat berat dan mengaktifkan aktivitas konstruksi di lapangan.
"Lahan seluas 5 hektare yang merupakan hasil pembebasan sejak tahun 2019 telah kami serahkan kepada Kementerian PU untuk pelaksanaan pembangunan. Saat ini pekerjaan fisik sudah mulai dilaksanakan," konfirmasi Tejo Suroso, Senin, 1 Juni 2026.
Tejo menguraikan, pada termin atau tahap perdana ini, paket pengerjaan penataan lanskap DDTS telah resmi mengikat kontrak kerja dengan ploting pagu anggaran senilai Rp35 miliar.
BACA JUGA:Dulu Menyapu Lantai Sebagai PRT, Anak Tukang Bubur di Blora Ini Kini Jadi Jenderal Kakorbinmas Polri
BACA JUGA:Akses Jalan Desa Maras Putus Total, Pemkab Bengkulu Selatan Desak BWS Segera Lakukan Perbaikan
Suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini merupakan bagian dari total kebutuhan investasi makro yang diestimasi menembus angka Rp100 miliar demi merestorasi kawasan danau secara komprehensif.
"Saat ini sudah berkontrak di anggaran Rp35 miliar dari anggaran awal yang dibutuhkan sebesar Rp100 miliar," tambah Tejo.
Lebih lanjut, Tejo menjelaskan bahwa perombakan infrastruktur ini mengemban misi ganda, yakni menaikkan kelas daya pikat pariwisata ekologi Danau Dendam Tak Sudah di kancah nasional, sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi baru bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
"Nantinya kawasan ini akan dilengkapi dengan tenant wisata, area UMKM, serta ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budaya dan acara adat masyarakat Bengkulu," urai Tejo.
Terkait regulasi operasional di lapangan, seluruh hak penguasaan aset dan manajemen pengawasan proyek selama masa konstruksi sepenuhnya berada di bawah kendali komando Kementerian PU.
BACA JUGA:Hutama Karya Catat 1.401 Kendaraan Lintasi Tol Bengtaba Jelang Akhir Liburan
Pemerintah daerah baru akan mengambil alih kembali hak pengelolaan kawasan wisata modern tersebut setelah seluruh item pengerjaan dinyatakan rampung dan melewati fase serah terima hasil pekerjaan (Provisional Hand Over).
"Intinya selama proses pembangunan aset dan pengelolaan menjadi hak penuh kementerian, nanti kalau sudah selesai laksanakan baru diserahkan kembali ke pemprov," pungkas Tejo mengakhiri penjelasannya.
Berdasarkan data kontrak korespondensi, pengerjaan penataan kawasan eksotis Danau Dendam Tak Sudah ini dipercayakan kepada pihak rekanan PT Toleransi Aceh yang berkolaborasi dengan PT Bengkel Kreatif Utama dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO).
Konsorsium ini memiliki masa durasi pengerjaan selama 225 hari kalender, yang dihitung mundur sejak kick-off 21 Mei 2026 hingga batas akhir tenggat pada 31 Desember 2026.
Sejalan dengan dimulainya mobilisasi material konstruksi, manajemen proyek mengimbau publik untuk mematuhi rekayasa lalu lintas dan zonasi steril di sekitar lokasi. Pasalnya, demi menjamin keselamatan pengunjung serta akselerasi pengerjaan, otoritas terkait bakal memberlakukan penutupan total pada area inti pembangunan.
BACA JUGA:Hutama Karya Catat 1.401 Kendaraan Lintasi Tol Bengtaba Jelang Akhir Liburan
Melalui intervensi infrastruktur skala besar ini, Pemprov Bengkulu optimistis Danau Dendam Tak Sudah akan lahir kembali dengan wajah baru yang lebih estetis, modern, dan representatif untuk menjadi episentrum pelestarian budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: