Posko SPMB Dikbud Bengkulu Diserbu Wali Murid, Masalah KK Luar Daerah dan Kurasi Prestasi Mencuat
Posko SPMB Dikbud Bengkulu Diserbu Wali Murid, Masalah KK Luar Daerah dan Kurasi Prestasi Mencuat--(Sumber Foto: Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Anggaran 2026 untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi resmi dibuka pada Selasa, 2 Juni 2026.
Di hari pertama pelaksanaan, sejumlah calon murid bersama orang tua terpantau langsung menyerbu Posko SPMB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu demi berkonsultasi mengenai berbagai kendala teknis yang mereka hadapi saat mendaftar online.
Salah satu persoalan yang ditemui adalah masalah dokumen kependudukan. Hal ini seperti yang dialami oleh Teti Mardiana.
Ia terpaksa mendatangi posko SPMB lantaran Kartu Keluarga (KK) miliknya masih terdaftar di DKI Jakarta. Akibatnya, sistem otomatis menampilkan pilihan sekolah yang berada di wilayah Jakarta, bukan di Provinsi Bengkulu.
Teti mengatakan, dirinya sengaja datang ke posko untuk meminta bantuan operator agar data yang mengunci di sistem dapat dicarikan solusi dan disesuaikan dengan domisili tempat tinggalnya saat ini.
BACA JUGA:Terima LHP dari BPK, Pemkab Bengkulu Utara Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP
BACA JUGA:KPKNL Bengkulu Kenalkan Aplikasi Lelang Versi 2 dan Skema Unik 'Hak Menikmati' Aset Daerah
"Saya datang ke Dikbud karena data Kartu Keluarga masih terdaftar di Jakarta sehingga sekolah yang muncul di sistem semuanya berada di Jakarta, anak saya daftar jalur prestasi karena kalau mau mutasi ayahnya masih kerja di Jakarta, Saya berharap bisa dibantu agar data tersebut dapat disesuaikan," ujar Teti Mardiana.
Namun demikian, permasalahan yang paling mendominasi pada hari pertama pendaftaran ini ternyata bukan soal dokumen kependudukan, melainkan piagam prestasi calon siswa yang belum masuk dalam sistem kurasi database Dinas Dikbud.
Akibat belum terverifikasi secara sistem, sejumlah peserta sempat gigit jari karena tidak bisa mengunggah sertifikat prestasi mereka untuk mendaftar lewat jalur prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menjelaskan bahwa pihaknya memang sengaja membuka Posko Layanan SPMB di Aula Dikbud untuk mengurai segala kendala yang dihadapi calon peserta didik, termasuk memproses piagam prestasi yang belum terkurasi.
"Kami membuka posko layanan SPMB untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala saat pendaftaran. Termasuk apabila terdapat prestasi siswa yang belum masuk dalam sistem kurasi, akan kami bantu proses sesuai ketentuan yang berlaku," kata Zulhendri.
Bukan hanya fokus pada pelayanan teknis bagi wali murid, Dikbud Provinsi Bengkulu juga berkomitmen penuh menjaga pelaksanaan SPMB tahun ini agar berjalan bersih.
BACA JUGA:Guna Atasi Masalah Sampah Kobema, Pemprov Bengkulu Mulai Susun Studi Kelayakan TPST Regional
BACA JUGA:Hasil Curian untuk Sabu dan Judol, Pelaku Curanmor di Dusun Curup Ditangkap Polres Rejang Lebong
Seluruh kepala SMA dan SMK, serta panitia SPMB dari tingkat dinas hingga sekolah, diwajibkan menandatangani pakta integritas dan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk gratifikasi atau "titipan" dalam penerimaan murid baru.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan SPMB.
"Kami menginginkan proses SPMB berjalan bersih, transparan dan sesuai aturan. Apabila ditemukan adanya praktik gratifikasi maupun pelanggaran lainnya, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Herwan Antoni.
Untuk diketahui, pendaftaran SPMB jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi ini akan berlangsung singkat hingga 5 Juni 2026 mendatang.
Adapun hasil seleksi akan diumumkan pada 6 Juni, dilanjutkan masa sanggah pada 8-9 Juni, penetapan peserta lolos pada 10 Juni, dan daftar ulang pada 11-12 Juni 2026. Setelah seluruh rentetan jalur non-zonasi ini rampung, SPMB akan dilanjutkan dengan pembukaan jalur domisili (zonasi) pada 15, 16, dan 17 Juni 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: