Kuota Naik Jadi 5.000 Orang, Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Dibuka hingga 20 Juni

Kuota Naik Jadi 5.000 Orang, Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Dibuka hingga 20 Juni

Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Khairiah--

 

BENGKULU, BETVNEWS – Peluang emas kembali menghampiri generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak petani kelapa sawit. Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit Tahun 2026 resmi dibuka.

Program kuliah gratis berfasilitas komplet yang didanai penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini kembali menantang talenta muda untuk mendalami industri kelapa sawit di bangku kuliah.

Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Khairiah, mengungkapkan bahwa gerbang pendaftaran sudah mulai dibuka sejak 3 Juni hingga 20 Juni 2026 mendatang.

"Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 telah dibuka mulai tanggal 3 Juni hingga 20 Juni 2026. Kami mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk segera memanfaatkan kesempatan ini," kata Khairiah, Kamis (4/6/2026).

Begitu lonceng penutupan pendaftaran berbunyi, seluruh berkas digital dan dokumen administrasi peserta akan langsung diverifikasi otomatis via sistem guna memastikan kesesuaian syarat baku.

BACA JUGA:Deadline 15 Juni Mepeet, DJPb Bengkulu Wanti-wanti 182 Desa yang Belum Salur Dana Desa Tahap I

BACA JUGA:Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kemenhub Pasang Palang Pintu di 3 Perlintasan Kereta Api Rejang Lebong

Bagi peserta yang lolos verifikasi administrasi, mereka wajib bersiap menghadapi rangkaian tes akademik dan wawancara yang marathon dijadwalkan pada 21 Juni hingga 29 Agustus 2026. Sementara untuk pengumuman keramat hasil akhir kelulusan seleksi akan digulirkan pada 7 September 2026.

Menariknya, Khairiah mewanti-wanti para pendaftar karena ada perubahan mendasar pada alamat beranda pendaftaran online tahun ini. Jika musim lalu menggunakan domain lama, kini seluruh jalur diarahkan ke portal resmi yang baru.

"Tahun ini terdapat perubahan laman pendaftaran. Seluruh peserta dapat melakukan pendaftaran melalui website sdmperkebunan.bpdp.or.id," ujarnya.

Kabar yang tak kalah menggembirakan, kuota nasional penerima Beasiswa SDM Sawit tahun ini melonjak tajam. Jika pada tahun 2025 lalu kuota dibatasi hanya untuk 4.000 orang, pada tahun 2026 ini kuota jebol hingga angka 5.000 penerima secara nasional.

"Kuota penerima tahun ini meningkat cukup signifikan. Dari sebelumnya 4 ribu penerima secara nasional, kini menjadi 5 ribu penerima yang akan mendapatkan kesempatan mengikuti program beasiswa ini," jelas Khairiah.

Untuk bisa menembus beasiswa ini, syarat umum yang wajib dikantongi peserta antara lain berusia maksimal 23 tahun, memiliki dokumen KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta mengantongi nilai rapor minimal 7. Kuota istimewa juga diberikan bagi pendaftar dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yakni dengan batas minimal nilai rapor cukup angka 6.

BACA JUGA:Bertambah Menjadi 16 Orang, Korban Keracunan MBG di Kepahiang Termasuk Guru dan Penjaga Sekolah

BACA JUGA:Kabar Gembira! Harga Cabai di Pasar Taba Penanjung Turun hingga Rp45 Ribu per Kilogram

Di samping itu, pelamar wajib menyertakan surat keterangan sehat jasmani-rohani, surat bebas buta warna, serta surat pernyataan belum menikah.

Melirik ke sisi segmentasi, program ini juga membagi beberapa klaster jalur pendaftaran dengan syarat khusus sebagai berikut:

  • Klaster Pekebun/Keluarga Pekebun: Wajib melampirkan bukti legalitas lahan yang sah (SHM, SKT, Girik, atau Surat Tanda Daftar Budidaya/STDB), serta surat keterangan pekebun dari desa/kelurahan.

  • Klaster Karyawan/Buruh Sawit: Wajib menyertakan surat keterangan kerja resmi dari manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit tempat bekerja.

  • Klaster Pengurus/Anggota Lembaga Pekebun: Harus menyertakan surat keterangan aktif sebagai pengurus atau anggota koperasi/lembaga sawit terkait.

  • Klaster ASN/Penyuluh Perkebunan: Wajib melampirkan surat tugas resmi dari instansi kedinasan yang mengomandoi sektor perkebunan sawit.

Hebatnya lagi, Khairiah menambahkan bahwa para penerima beasiswa nantinya dibebaskan memilih kampus impian dari puluhan perguruan tinggi kondang yang telah mengikat kerja sama kemitraan.

"Peserta memiliki kesempatan memilih perguruan tinggi yang telah menjadi mitra program. Saat ini terdapat 42 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang dapat dipilih sesuai minat dan jenjang pendidikan yang tersedia," pungkasnya.

Sebagai informasi, Program Beasiswa SDM Sawit ini mengover penuh biaya kuliah dari jenjang Diploma I (D1) hingga Strata I (S1). Fasilitas yang didapat pun terbilang mewah, meliputi biaya kuliah gratis (full tuition fee), uang saku bulanan, fasilitas asrama, tunjangan buku kuliah dan laptop, tiket transportasi pergi-pulang (PP) dari daerah asal, jaminan program magang industri top, hingga sertifikasi kompetensi gratis.

BACA JUGA:Jangan Jualan di Jalan Lagi, Pemkot Bengkulu Ajak Pedagang Tempati Kios Gratis di Pasar Panorama

BACA JUGA:Siapkan Anggaran Rp60 Miliar, Gubernur Helmi Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Paling Lambat Senin

Lewat peluncuran Beasiswa SDM Sawit 2026 ini, Pemprov Bengkulu menaruh harapan besar agar anak-anak muda Bengkulu, utamanya dari keluarga petani sawit, mampu naik kelas mengecap pendidikan tinggi guna mendongkrak kualitas tata kelola industri sawit nasional di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait