Bupati Bengkulu Selatan Pastikan Cek Kembali Ketersediaan Obat di RSHD
H. Rifai Tajuddin, menanggapi laporan masyarakat terkait adanya dugaan kekosongan stok obat di Rumah Sakit Hasanuddin Damrah (RSHD) Bengkulu Selatan. --(Sumber Foto: Ary/Betv)
BENGKULU, BETVNEWS – Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, menanggapi laporan masyarakat terkait adanya dugaan kekosongan stok obat di Rumah Sakit Hasanuddin Damrah (RSHD) Bengkulu Selatan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Rifai menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sejumlah pasien yang menginginkan obat paten, bukan obat generik. Atas permintaan pasien maupun keluarganya, dokter kemudian memberikan resep untuk ditebus di luar rumah sakit.
BACA JUGA:KDMP Jadi Sorotan, Apakah Benar Mengancam Keberlangsungan Warung Rakyat?
“Yang kami terima laporannya, ada masyarakat yang berobat meminta obat paten, bukan obat generik. Atas permintaan keluarga, dokter kemudian membuatkan resep. Jadi hal-hal seperti ini perlu dipahami bersama,” kata Rifai.
Ia menilai komunikasi dan publikasi dari pihak rumah sakit perlu ditingkatkan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai pelayanan yang diberikan.
BACA JUGA:Pemkab Seluma Minta PKS Beli TBS Petani Minimal Rp3.000 per Kilogram
“Mudah-mudahan persoalan seperti ini bisa diselesaikan dengan komunikasi dan publikasi yang baik, sehingga dapat menjernihkan informasi yang kadang-kadang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Rifai tidak menampik kemungkinan ada jenis obat tertentu yang memang belum tersedia di rumah sakit, terutama untuk penanganan penyakit-penyakit khusus.
“Bisa saja ada item obat untuk penyakit tertentu yang belum tersedia, misalnya untuk anak dengan penyakit jantung bocor. Itu tentu menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
BACA JUGA:Infrastruktur Masih 'Seksi' Jadi Keluhan di Reses Rodi
Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Bupati menegaskan akan kembali melakukan pengecekan terhadap ketersediaan obat di gudang farmasi rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh kepastian bahwa pelayanan kesehatan di RSHD tetap berjalan dengan baik.
“Kita pastikan obat-obatan itu tersedia. Nanti akan kita cek lagi ke gudang supaya masyarakat langsung yakin, karena rumah sakit kita sudah bagus,” tegasnya.
Rifai berharap pelayanan kesehatan di RSHD Bengkulu Selatan terus ditingkatkan, baik dari sisi ketersediaan obat, kualitas pelayanan, maupun penyampaian informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut dapat terus terjaga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

