Kuota BBM Subsidi Dibatasi, Kapal Bersandar, Harapan Nelayan Bengkulu Ikut Tertahan
Ketua HNSI Provinsi Bengkulu, H. Adhar--(Foto: Tim/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Jaring yang biasanya terbentang di tengah laut kini hanya tersusun rapi di atas geladak kapal. Deretan kapal nelayan di Pelabuhan Pulau Baai, Kota BENGKULU, terlihat lebih banyak bersandar tanpa aktivitas melaut.
Kondisi itu bukan disebabkan gelombang tinggi maupun cuaca buruk, melainkan keterbatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dinilai tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan operasional nelayan.
Bagi nelayan, BBM bukan sekadar bahan bakar, melainkan "nyawa" yang menentukan apakah mereka bisa mencari nafkah atau hanya menunggu di daratan tanpa penghasilan.
BACA JUGA:Hilang Kendali, Mobil Brio Hantam Warung Makan, Berakhir Nyungsep ke Pekarangan Rumah di Sidomulyo
Dalam dua bulan terakhir, pembatasan kuota BBM subsidi membuat sejumlah nelayan terpaksa mengurangi aktivitas melaut. Sebagian lainnya memilih menunda keberangkatan hingga pasokan bahan bakar mencukupi untuk satu kali perjalanan.
Muhammad Ansori, salah seorang nelayan Pulau Baai, mengatakan kuota BBM subsidi yang diterimanya setiap pekan hanya berkisar 150 hingga 250 liter. Jumlah itu jauh dari kebutuhan kapal yang mencapai sekitar 400 liter untuk sekali perjalanan melaut.
BACA JUGA:GEMPARA 2026 UINFAS Bengkulu, Wadah Mahasiswa Berprestasi Menuju Indonesia Emas 2045
BACA JUGA:Teken MoU, Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Menurut Ansori, kebutuhan BBM kapal nelayan tidak dapat disamakan dengan kendaraan darat. Saat berada di laut, kapal harus terus bergerak mencari lokasi yang menjadi titik berkumpulnya ikan. Semakin jauh wilayah tangkapan, semakin besar pula kebutuhan bahan bakar yang harus disiapkan.
"Kalau kapal berangkat, minimal membutuhkan waktu sekitar 10 hari di laut. Sementara kuota diberikan seminggu sekali dan tidak ada pangkalan BBM di tengah laut. Jadi kami hanya bisa menunggu kuota di daratan," ujar Ansori.
BACA JUGA:Selain Sita Aset, 128 Saksi Diperiksa dalam Kasus Investasi Bodong
BACA JUGA:Sigap! Kapolda Bengkulu Turun Tangan Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan di Pantai Panjang
Ia mengaku kondisi itu sangat memberatkan nelayan karena operasional kapal menjadi tidak maksimal. Bahkan, sebagian nelayan harus menahan diri untuk tidak melaut selama beberapa pekan agar BBM yang terkumpul cukup digunakan dalam satu kali perjalanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

