Dikbud Bengkulu Selatan Gelar Lomba Kebudayaan, 295 Pelajar Tampilkan Seni Tradisional Daerah
Dikbud Bengkulu Selatan Gelar Lomba Kebudayaan, 295 Pelajar Tampilkan Seni Tradisional Daerah--(Foto: Ary/Tim/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Lomba Kebudayaan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang Kebudayaan tersebut diikuti sebanyak 295 pelajar dari 68 sekolah, terdiri dari 55 SD dan 13 SMP di Kabupaten Bengkulu Selatan.
BACA JUGA:Cara Mengatasi Kulit Wajah Kering, Kulit Tetap Lembap dan Cocok untuk Sehari-hari
BACA JUGA:Begini Cara Tepat Atasi Jamur pada Tembok, Salah Satunya Gunakan Cuka Putih
Lomba dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dikbud Bengkulu Selatan Lusi Wijaya, Sekretaris Dikbud Ewaltan, Kepala Bidang Kebudayaan, dewan juri, para kepala sekolah, guru pendamping, serta ratusan peserta.
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya lokal. Menurutnya, budaya merupakan aset daerah yang harus dijaga bersama agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kami berharap lomba seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun, bahkan ke depan bisa menjadi ajang budaya yang lebih besar hingga tingkat nasional,” ujar Yevri.
BACA JUGA:Suka Makan Buah Sirsak? Yuk, Cek Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:Ini Makanan yang Aman untuk Asam Lambung, Cocok Dikonsumsi Sehari-hari
Kepala Dikbud Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, menyampaikan bahwa lomba kebudayaan menjadi salah satu media edukasi bagi pelajar untuk mengenal, mempraktikkan, sekaligus mencintai budaya daerah. Dengan melibatkan peserta didik secara langsung, nilai-nilai budaya diharapkan dapat diwariskan secara berkelanjutan.
“Momentum ini menjadi upaya kita menjaga budaya daerah agar tetap hidup. Harapannya budaya yang kita miliki dapat terus dikenal, dipelajari, dan dilestarikan oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” ungkap Lusi.
BACA JUGA:Ini 5 Efek Samping Konsumsi Bayam Berlebihan, Picu Asam Urat Kambuh
BACA JUGA:Perlu Tahu! Penyebab Kaki Kram yang Jarang Diketahui, Jangan Disepelekan
Empat cabang perlombaan dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, yakni Nabuh Kelintang, Napa Penganting, Napa Badal, dan Tari Andun. Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan kelengkapan busana, keselarasan gerakan, kemampuan memainkan alat musik kelintang, ekspresi, hafalan, kekompakan, serta unsur teknis lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

