Masyarakat Adat Desa Penarik Datangi Dinas ESDM Bengkulu, Komplain Tambang Beroperasi di Wilayahnya

Masyarakat Adat Desa Penarik Datangi Dinas ESDM Bengkulu, Komplain Tambang Beroperasi di Wilayahnya--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Perwakilan masyarakat dari Desa Penarik, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, mendatangi Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi BENGKULU pada Jumat, 31 Januari 2025.
Mereka menolak aktivitas pertambangan yang beroperasi di Sungai Air Dikit, yang merupakan wilayah masyarakat adat Desa Penarik.
Juhara, perwakilan tokoh masyarakat adat Desa Penarik, mengungkapkan bahwa mereka mendapat informasi bahwa perusahaan galian C milik Pasopati Jaya Abadi berencana beroperasi di Sungai Air Dikit. Padahal, menurutnya, izin operasional perusahaan tersebut tidak mencakup wilayah Desa Penarik.
BACA JUGA:Pelajar Geng Motor Berulah Lagi, Polresta Bengkulu Panggil Orang Tua dan Perwakilan Sekolah
BACA JUGA:Perpanjangan Kontrak Tenaga Honorer Pemprov Bengkulu Akan Diputuskan Februari
“Kami sudah dua kali mengirim surat kepada Dinas ESDM Provinsi Bengkulu terkait penolakan terhadap kegiatan galian C milik Pasopati Jaya Abadi di wilayah sungai kami,” ujar Juhara saat ditemui di Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Jumat 31 Januari 2025.
Juhara juga meminta agar Dinas ESDM Provinsi Bengkulu beserta instansi terkait lainnya turun langsung ke lapangan untuk memeriksa dan menyelesaikan sengketa batas wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) di Sungai Air Dikit, Desa Penarik.
“Kami meminta Dinas ESDM untuk turun dan memastikan batas WIUP di Sungai Air Dikit, Desa Penarik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Juhara menyampaikan bahwa di wilayah masyarakat adat Desa Penarik sudah ada WIUP yang diterbitkan untuk CV Agung Wijaya sejak 2014 hingga 2028, yang diakui dan diterima oleh masyarakat setempat secara resmi.
BACA JUGA:PAD Tenaga Kerja Asing di Kota Bengkulu per Januari 2025 Capai Rp 247 Juta
BACA JUGA:Huawei hingga Oppo, 7 HP Android Ini Miliki Kamera Setara iPhone, Canggih Banget!
“Setahu kami, yang ada hanya WIUP CV Agung Wijaya di Sungai Air Dikit atau wilayah Desa Penarik,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Fajar Nugraha, mengakui bahwa pihaknya belum menerima surat dari masyarakat adat Desa Penarik.
“Kami belum menerima surat dari masyarakat adat, mungkin surat tersebut belum sampai ke meja kami,” ujarnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: