Swarnabumei Galeri Kain Besurek, Angkat Warisan Budaya Lewat Sentuhan Modern
Swarnabumei Galeri Kain Besurek, Angkat Warisan Budaya Lewat Sentuhan Modern--(Sumber Foto: Veronika/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Mengangkat warisan budaya khas Bengkulu, Swarnabumei Galeri Kain Besurek hadir sebagai tempat yang tidak hanya menjual kain batik tradisional, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal melalui desain yang modern dan elegan.
Berdiri sejak tahun 2016, usaha ini awalnya beroperasi di Jakarta sebelum akhirnya membuka galeri di Bengkulu. Pemiliknya, Nanda Djangjaya, membawa konsep baru pada motif kain besurek, yakni menggabungkan unsur tradisional dengan bentuk-bentuk modern tanpa meninggalkan makna aslinya.
BACA JUGA:Sekolah Laboratorium Pancasila Siap Launching di Kabupaten Seluma
Menurut Nanda, ia membawa konsep baru dari motif kain besurek yang dimodifikasi dengan bentuk modern namun tetap mempertahankan pakemnya.
"Makna utama dari batik ini adalah “bersurek” atau bersurat, dengan motif yang menyerupai tulisan seperti kaligrafi," kata Nanda.
BACA JUGA:Pengajian Rutin Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Pemprov Bengkulu Bantu Rakyat
Dalam proses produksinya, Nanda mengerjakan sendiri tahap desain, mulai dari pemilihan warna, bentuk, hingga pengolahan kain. Desain yang telah selesai kemudian di kirim ke pengrajin batik langganannya di Jakarta.
Untuk batik yang ada di galeri ini saya yang mendesain semuanya ya, baik dari bentuk, warna, hingga proses pengolahannya, sebelum dikirim ke penjahit batik di Jakarta yang sudah lama bekerja sama saya," jelasnya.
BACA JUGA:Kerupuk Baruna Usaha Rumahan yang Tetap Eksis Sejak 1970
Untuk penjualan, Swarnabumei menerapkan sistem hybrid, baik secara offline maupun online. Produk-produk dapat dibeli melalui Instagram dan Shopee yang menjangkau seluruh Indonesia, sementara pembelian langsung bisa dilakukan di toko galeri yang beralamat di Jalan Fatmawati No. 4A, Penurunan, Ratu Samban, Bengkulu.
Selain fokus pada penjualan, Nanda juga aktif dalam upaya pelestarian kain besurek. Ia sering mengikuti pelatihan dan pameran yang difasilitasi oleh Bank Indonesia, serta mempromosikan kain khas Bengkulu melalui media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


