Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

Keluhan Pengusaha Showroom dan Rental Mobil di Bengkulu Terkena Opsen Pajak

Keluhan Pengusaha Showroom dan Rental Mobil di Bengkulu Terkena Opsen Pajak

Keluhan Pengusaha Showroom dan Rental Mobil di Bengkulu Terkena Opsen Pajak--(Sumber Foto: Robi/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Para pengusaha showroom dan rental mobil di Provinsi BENGKULU mengeluhkan kenaikan tarif opsen pajak kendaraan bermotor yang dinilai membebani usaha mereka.

Kebijakan ini dianggap sangat berdampak, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor otomotif.

Ari Kurniawan, pemilik showroom Daffa Mobil, menyatakan bahwa kebijakan ini cukup memberatkan, khususnya bagi showroom yang banyak menangani kendaraan dari luar provinsi.

"Kalau dari showroom jelas sangat berpengaruh, Bang. Banyak mobil kami itu dari luar provinsi yang ingin dibalik nama ke plat BD atau bayar pajak dari BD ke BD. Angkanya sekarang naik cukup besar," ujarnya Minggu 18 Mei 2025.

BACA JUGA:Bosan Konsumsi Mentimun Secara Langsung? Mending Olah Jadi Menu yang Segar dan Lezat, Cek Resepnya Disini!

BACA JUGA:Cocok Jadikan Obat Diet Alami, Kenali Disini Manfaat Lain Dari Mentimun untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Ia menambahkan bahwa kenaikan ini turut memengaruhi harga jual mobil.

"Kadang konsumen tidak mau harga mobil naik. Misalnya mereka maunya harga Rp 140 juta, tapi dengan naiknya OTR karena pajak, jadi sulit jual," keluh Ari.

Ari juga menyoroti proses pembayaran pajak kendaraan dari BD ke BD, seperti reborn atau balik nama, yang kini dinilai semakin mahal.

"Dulu mungkin bayar pajak Rp 3 juta, sekarang bisa jauh lebih tinggi," katanya.

BACA JUGA:Pasca Dugaan Adanya Pengrusakan, Pedagang di DDTS Merasa Sedih

BACA JUGA:Pasca Dugaan Adanya Pengrusakan, Pedagang di DDTS Merasa Sedih

Keluhan serupa juga disampaikan Jaya Marlian, pemilik JM Rent Car Ekspedisi dan Printing, sekaligus Ketua HIPMI Kota Bengkulu. Ia mengaku terkejut dengan kenaikan opsen pajak yang dinilai sangat berdampak terhadap bisnis rental mobil.

"Kami para pelaku usaha sangat terdampak, apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini yang semuanya serba efisien. Usaha rental sangat bergantung pada aktivitas pemerintah. Kalau kegiatan pemerintahan tidak ada, otomatis usaha kami pun terhambat," ujar Jaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait