Ancaman DBD di Kota Bengkulu: 148 Kasus dan 2 Korban Jiwa, Masyarakat Diminta Waspada
Joni Haryadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu--(Sumber Foto: CW/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi ancaman serius di Kota Bengkulu.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, sejak Januari hingga awal Juni 2025, telah tercatat sebanyak 148 kasus DBD, dengan dua korban jiwa yang merupakan warga Kelurahan Sawah Lebar.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus DBD yang terus menghantui masyarakat setiap tahunnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi, menyampaikan bahwa upaya pencegahan sebenarnya telah digencarkan sejak awal tahun, namun angka kasus masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
BACA JUGA:Saldo Tambahan Ini Untukmu, Cukup Pakai Fitur di Aplikasi DANA, Cek Sekarang!
Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebar virus DBD.
“Sejak Januari sampai dengan awal Juni ini, kami mencatat ada 148 kasus DBD dan 2 diantaranya warga sawah lebar yang meninggal dunia. Ini menjadi perhatian serius bagi kami dan juga masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD ini,” ujar Joni.
Menurut Joni, salah satu wilayah yang saat ini menjadi titik perhatian adalah Sawah Lebar, yang selama ini tergolong sebagai kawasan endemis.
Pihak Dinkes telah melakukan serangkaian tindakan, seperti pengawasan lapangan, fogging (pengasapan), serta penyuluhan langsung kepada masyarakat di lingkungan yang terdampak.
BACA JUGA:Minuman yang Aman Dikonsumsi Sehari-hari, Dapat Meredakan Dehidrasi, Cek Rekomendasinya di Sini
Langkah-langkah ini juga diperkuat dengan implementasi program Bengkulu BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), yang digagas oleh Pemerintah Kota Bengkulu sebagai strategi terpadu untuk menanggulangi berbagai persoalan kesehatan lingkungan, termasuk DBD.
“Program Bengkulu BISA berhasil membangkitkan kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan kebersihan dan menjaga lingkungan tetap bersih. Kami optimis program ini dapat menurunkan angka DBD secara signifikan ke depannya,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

