Nataru

Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

Perambahan BAS Diduga Melibatkan Oknum KPH, DLHK Provinsi Bengkulu: Akan Kami Tidaklanjuti

Perambahan BAS Diduga Melibatkan Oknum KPH, DLHK Provinsi Bengkulu: Akan Kami Tidaklanjuti

Safnizar, S.Hut., MP, Kepala DLHK Provinsi Bengkulu--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi BENGKULU menegaskan akan menindaklanjuti informasi terkait dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang disebut-sebut menjadi pelindung aktivitas perambahan di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS).

“Informasi soal adanya oknum KPH yang diduga ikut bermain dan menjadi ‘tameng’ bagi para perambah BAS sebenarnya sudah lama kami dengar,” ujar Kepala DLHK Provinsi Bengkulu, Safnizar, S.Hut., MP

BACA JUGA:Banjir Bandang di Sumatera Barat, 15 Personil Basarnas Bengkulu Diterjunkan untuk Operasi SAR

BACA JUGA:Harga Ayam Kian Melonjak, Tembus Rp45.000 per Kg, Diduga Dampak Program MBG

Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini dugaan tersebut belum dapat dibuktikan. DLHK juga telah memanggil Kepala KPH untuk meminta klarifikasi.

“Dari hasil klarifikasi, tidak ditemukan bukti yang menguatkan dugaan itu. Kalau pun ada bukti yang jelas, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan. Karena tindakan membekingi aktivitas perambahan jelas melanggar aturan,” tegasnya.

BACA JUGA:BEM KBM UNIB Gelar Bincang Aspirasi, Angkat Isu Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

BACA JUGA:Konflik PT ABS dan Petani Makin Panas, Wakapolda Bentuk Tim Khusus untuk Mediasi

Safnizar menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap perambahan di kawasan BAS, yang merupakan habitat Gajah Sumatera. Menurutnya, penindakan yang tegas akan memberikan efek jera, baik bagi para pelaku perambahan maupun jika ternyata ada oknum internal yang terlibat.

“Sebagai OPD yang bertanggung jawab mengurus hutan, kami berkewajiban menjaga kawasan itu. Terlebih pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya penertiban di BAS,” kata Safnizar.

BACA JUGA:Dukung Revitalisasi RSMY, Menkes Turut Siapkan Ahli Khusus untuk Perbaikan Manajemen

BACA JUGA:5 Petani Ditembak, Pihak PT ABS Klaim Tak Tahu Asisten Keamanannya Membawa Senpi

Ia mengingatkan bahwa perambahan di kawasan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga momentum penertiban saat ini sangat penting bagi upaya penyelamatan hutan dan perlindungan satwa dilindungi.

Sebagai dukungan terhadap Operasi Merah Putih Lanskap Seblat, DLHK Bengkulu juga akan mengirimkan kembali personel Polisi Kehutanan (Polhut) pada Selasa, 25 November 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: