Nataru

Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

Longsor Gerus Pondasi Jembatan Merigi Kelindang-Taba Penanjung, Akses Warga Terancam Putus

Longsor Gerus Pondasi Jembatan Merigi Kelindang-Taba Penanjung, Akses Warga Terancam Putus

Longsor Gerus Pondasi Jembatan Merigi Kelindang-Taba Penanjung, Akses Warga Terancam Putus--(Sumber Foto: Ronal/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Jembatan penghubung Kecamatan Merigi Kelindang dengan Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengalami penurunan pondasi akibat longsor.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena jembatan menjadi akses utama aktivitas warga, terutama para petani.

Kepala Desa Bajak 2, Asirun, mengatakan kondisi jembatan yang longsor sudah lama dikeluhkan masyarakat dan telah dilaporkan kepada pihak terkait.

“Jembatan itu yang longsor itu, keluhan dari masyarakat itu jelas karena aktivitas mereka kan lewat situ. Kemarin sudah kami laporkan,” ujar Asirun.

BACA JUGA:Polda Bengkulu Limpahkan 4 Tersangka Kasus Perbankan ke Kejari Bengkulu

BACA JUGA:Eks Sekwan DPRD Paling Berat, Ini Tuntutan Hukuman 10 Terdakwa Korupsi di Setwan Kepahiang

Ia menjelaskan, apabila kondisi jembatan semakin parah hingga jebol, warga akan kesulitan beraktivitas karena harus memutar jauh untuk keluar desa.

“Apabila itu jebol, warga kita akan memutar untuk akses keluar. Kalau ini langsung jebol, akses pasti mutar,” jelasnya.

Saat ini, jembatan tersebut masih dapat dilalui, namun dengan keterbatasan. Hanya kendaraan kecil dan sepeda motor yang diperbolehkan melintas, mengingat kondisi pondasi yang sudah menurun.

“Sekarang ini masih bisa digunakan untuk kendaraan kecil dan motor. Karena di dalam ini kan petani-petani banyak, untuk bawa sawit, bawa pasir, bawa batu,” kata Asirun.

BACA JUGA:Perkuat Disiplin dan Integritas, Kejati Bengkulu Tegaskan Komitmen Profesionalisme

BACA JUGA:Pengajuan Visa Haji Dimulai, Kemenhaj Bengkulu Ingatkan 88 Jemaah Segera Serahkan Paspor Pekan Ini

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius agar akses masyarakat kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu.

“Harapan kita dengan pemerintah daerah, dengan bupati, agar keluhan-keluhan masyarakat khususnya Merigi Kelindang ini bisa ditindaklanjuti, supaya aktivitas masyarakat desa bisa lancar kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Merigi Kelindang, Yarmi, membenarkan adanya laporan terkait kondisi jembatan tersebut.

Ia mengatakan pihak kecamatan bersama aparat kepolisian langsung meninjau lokasi setelah menerima informasi dari kepala desa.

“Kebetulan saya dengan Pak Kapolsek hadir di situ pas dari kepala desa menelepon bahwa di situ ada terjadinya ambruk. Belum ambruk sebenarnya, pondasinya masih agak turun, jadi kami langsung ke lapangan,” jelas Yarmi.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jembatan tersebut dinilai tidak lagi aman dilalui kendaraan bermuatan berat.

BACA JUGA:Perbakin Bengkulu Peroleh Dukungan Kajati untuk Pusat Latihan dan Pembinaan Atlet Muda

BACA JUGA:Dongkrak PAD 2026, Pemprov Bengkulu Bidik Rp1,2 Triliun dari Pajak Kendaraan hingga Pajak Retribusi

“Kalau kami periksa kemarin, memang sebelah itu tidak bisa lagi dilewati kendaraan yang membawa bahan-bahan lebih dari kapasitas,” katanya.

Yarmi menambahkan, kondisi jembatan tersebut telah dilaporkan ke Kecamatan Taba Penanjung dan diteruskan ke pemerintah kabupaten, termasuk kepada bupati.

“Kami sudah laporkan ke Camat Taba Penanjung dan sudah disampaikan juga ke pihak terkait, bahkan kemarin sudah diinformasikan ke bupati,” ujarnya.

Meski secara administratif jembatan tersebut berada di wilayah Kecamatan Taba Penanjung, pihak Kecamatan Merigi Kelindang menyatakan siap membantu apabila ada instruksi perbaikan sementara atau gotong royong.

 

“Kami siap untuk berbantu kalau ada instruksi gotong royong, karena kami dari Kecamatan Merigi Kelindang ini yang banyak memakai jalan tersebut,” pungkas Yarmi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: