Jalan Kabupaten di Seluma Kian Memburuk, Lubang Menganga hingga 20 Cm
Jalan Kabupaten di Seluma Kian Memburuk, Lubang Menganga hingga 20 Cm--(Sumber Foto: Jul/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Kerusakan sejumlah ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Seluma dikeluhkan warga.
Jalan-jalan di dua kecamatan yakni Seluma Kota dan Lubuk Sandi dilaporkan mengalami kerusakan parah dan belum tersentuh perbaikan hingga empat tahun terakhir.
Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada akses jalan menuju enam desa yang rusak akibat longsor.
Badan jalan mulai menyempit dan hanya bisa dilalui satu kendaraan. Warga khawatir, jika hujan deras kembali mengguyur, jalan tersebut akan amblas dan menyebabkan desa-desa itu terisolasi.
BACA JUGA:Angka Stunting di Seluma Turun, Wabup Optimis Dapat Insentif dari Kemenkeu di 2026
BACA JUGA:Warga Mukomuko Diringkus Saat Transaksi Narkoba, 33 Paket Sabu Disita
Erwan Fahrudin, warga Desa Napal Jungur mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah lama terjadi namun belum mendapat perhatian.
“Sampai detik ini belum ada perbaikan sejak terjadinya longsor. Kondisi jalan saat ini sudah rusak parah dan menimbulkan kekhawatiran warga. Sebab apabila terjadi hujan deras, jalan itu berisiko amblas kembali dan menyebabkan 6 desa di ujung jalan terisolasi," keluh Erwan Fahrudin, Warga Desa Napal Jungur.
Kerusakan juga terjadi di jantung Ibu Kota Kabupaten Seluma. Jalan rusak terlihat di Kelurahan Tais, tepatnya di samping gang Kantor Kecamatan Seluma Kota.
Selain itu, di area perkantoran Kabupaten, jalan berlubang dan tergenang air saat hujan.
BACA JUGA:Cara Mudah Klaim Saldo DANA dari Aplikasi, Terbukti Membayar! Auto Dapat Uang Tambahan
BACA JUGA:4 Warem Dirazia, Polsek Semidang Alas Sita 120 Botol Miras
Lubang di jalan bahkan mencapai kedalaman hingga 20 cm, dengan lebar antara 20–40 cm dan panjang kerusakan mencapai 30 meter.
Januardi (35), warga Kelurahan Tais, juga menyampaikan keluhannya.
“Jalan ini belum lama diperbaiki, sekitar dua tahun lalu. Tapi sekarang sudah rusak dan banyak lubang lagi, besar-besar seperti kubangan. Sangat membahayakan, apalagi kalau malam hari,” ujarnya.
Warga berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sebelum kondisi semakin membahayakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


