Warga Resah, DLH Kepahiang Diduga Buang Sampah ke Sungai Musi
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepahiang menjadi sorotan warga setelah diduga membuang sampah ke aliran Sungai Musi. --(Sumber Foto: Tim/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepahiang menjadi sorotan warga setelah diduga membuang sampah ke aliran Sungai Musi. Tindakan tersebut dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kelestarian sungai.
Berdasarkan pantauan BETVNEWS di lapangan pada Jumat (23/1/2026), sampah yang diangkut dari tempat penampungan sementara (TPS) tidak seluruhnya dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
BACA JUGA:Kasus Super Flu Nihil di Bengkulu, Dinkes Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Lanching Raflesia AI, Digitalisasi Layanan KUHP dan KUHAP Berbasis Kecerdasan Buatan
Sebagian sampah justru terlihat dibuang ke aliran Sungai Musi yang berada di Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang.
Tumpukan sampah rumah tangga dalam karung tampak dibuang langsung ke sungai. Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap serta mencemari aliran air yang masih dimanfaatkan warga sekitar.
Ironisnya, DLH yang memiliki tugas utama menjaga dan melindungi lingkungan hidup justru diduga melakukan tindakan yang bertentangan dengan prinsip pengelolaan lingkungan.
BACA JUGA:Pihak Bank Victoria Dihadirkan, Aliran Dana Proyek PTM–Mega Mall Diungkap di Persidangan
BACA JUGA:Diikuti 3 Peserta, Kemenhaj Bengkulu Mulai Seleksi Petugas Haji Daerah 2026
Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke lingkungan yang melampaui baku mutu lingkungan hidup.
Salah seorang warga setempat, Wira, mengatakan sampah rumah tangga tersebut berasal dari TPS di jalur lintas Kepahiang–Curup, tepatnya di dekat jembatan Desa Tebat Monok.
“Yang membuang sampah ke sungai itu diduga pihak DLH sendiri. Sampah dari TPS diangkut, tapi tidak semuanya dibawa ke TPST,” ujar Wira.
BACA JUGA:Dana BOS Rp30 Miliar untuk Sekolah di Bengkulu Segera Cair, Ini Peruntukannya
BACA JUGA:25 Dapur SPPG di Kota Bengkulu Sudah Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi, 3 Masih Proses
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


