Bank Indonesia

Jam Belajar SD & SMP di Kota Bengkulu Dipotong 10 Menit Selama Ramadan 1447 H

Jam Belajar SD & SMP di Kota Bengkulu Dipotong 10 Menit Selama Ramadan 1447 H

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bengkulu, Denny Apriansyah--(Sumber Foto: Ahmad/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu melakukan penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM).

Melalui surat edaran resmi, durasi tatap muka di kelas bagi pelajar tingkat SD dan SMP dipastikan akan lebih singkat dari hari biasanya.

Kebijakan ini diambil untuk memberikan kelonggaran bagi para siswa agar dapat menyeimbangkan waktu antara kewajiban akademik dan ibadah puasa.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bengkulu, Denny Apriansyah, mengonfirmasi adanya pemotongan durasi waktu di setiap sesi mata pelajaran.

BACA JUGA:Sasar PKL dan Bangunan Liar, Satpol PP Kota Bengkulu Bersihkan Kawasan KZ Abidin

BACA JUGA:Sengketa Lahan dengan Warga, Pembangunan Gedung SPPG di Bengkulu Utara Sempat Terhenti 3 Kali

“Selama Ramadan nanti, jam belajar siswa kita kurangi sepuluh menit untuk setiap mata pelajaran,” ujar Denny, Senin.

Secara teknis, pemangkasan waktu ini berlaku proporsional untuk seluruh jenjang pendidikan dasar di bawah naungan Pemkot Bengkulu.

Bagi siswa SMP, setiap jam pelajaran yang biasanya berlangsung hampir satu jam, kini mengalami penyusutan signifikan. Begitu pula dengan jenjang SD yang mendapatkan pengurangan durasi serupa.

“Untuk SMP dari 45 menit menjadi 35 menit, sedangkan SD dari 35 menit menjadi 25 menit per mata pelajaran,” jelasnya.

BACA JUGA:DLHK Bengkulu Catat 1.614 Hektare Hutan Rusak Sepanjang 2025, Perambahan Masih Jadi Ancaman

BACA JUGA:Program Sadesahe Penanaman Jagung Bengkulu Berlanjut di 2026, Targetkan 95 Ribu Ton

Denny menekankan bahwa langkah ini bukan berarti mengurangi kualitas pendidikan, melainkan bentuk empati pemerintah terhadap kondisi fisik siswa yang sedang berpuasa.

Dengan pulang lebih awal, diharapkan para siswa memiliki energi lebih untuk menjalankan rangkaian ibadah di rumah maupun di lingkungan sekolah.

“Kebijakan ini kami buat agar selama berada di sekolah, anak-anak bisa lebih fokus beribadah di bulan Ramadan, tanpa mengabaikan kegiatan belajar mengajar,” ungkap Denny.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait