Lumpuh 5 Tahun, Pembangunan Ulang Jembatan Selali Masuk Skala Prioritas 2026
Lumpuh 5 Tahun, Pembangunan Ulang Jembatan Selali Masuk Skala Prioritas 2026--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Harapan masyarakat Kecamatan Pino Raya untuk memiliki kembali akses penyeberangan permanen mulai menemui titik terang.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini memprioritaskan rekonstruksi Jembatan Selali dalam program kerja tahun anggaran 2026.
Infrastruktur vital ini telah terputus total sejak setengah dekade lalu akibat hantaman bencana alam. Akibatnya, jalur utama menuju kawasan perkebunan warga tersebut kini hanya menyisakan sisa-sisa fondasi beton tanpa badan jembatan sedikit pun.
Pemerintah daerah dilaporkan telah mengajukan dana pemulihan infrastruktur ke tingkat pusat sebesar Rp10 miliar untuk tiga lokasi berbeda, dengan fokus utama pada pembangunan kembali Jembatan Selali.
BACA JUGA:Disnakertrans Seluma Larang Perusahaan Cicil THR, Sanksi Pembekuan Usaha Menanti Pelanggar
BACA JUGA:Tekan Risiko Abrasi, Pemkab Bengkulu Selatan Pasang 200 Bronjong di Bendungan Selebang
Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian, mengonfirmasi bahwa seluruh persyaratan administratif untuk proyek tersebut telah melewati tahap verifikasi di tingkat nasional.
“Usulan kita di Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah diverifikasi dan seluruh dokumen dinyatakan lengkap. Sekarang kita menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Harapan kita tentu dana bisa segera disetujui,” terang Nusadian, Selasa (3/3/2026).
Dalam rancangannya, jembatan baru ini akan dibangun dengan model jembatan gantung sepanjang 60 meter. Spesifikasinya didesain agar dapat mengakomodasi kendaraan roda dua, guna mempercepat mobilisasi logistik pertanian yang selama ini terisolasi.
Nusadian menekankan bahwa tanpa akses ini, para petani terpaksa menempuh rute memutar yang jauh lebih melelahkan dan memakan biaya operasional tinggi.
Kondisi sulit ini diamini oleh Kasi Pemerintahan Desa Selali, Indri. Menurutnya, absennya jembatan selama lima tahun terakhir telah memukul ekonomi warga desa secara signifikan.
BACA JUGA:Respon Dugaan Suap Mutasi Kepsek, Bupati Seluma Terbitkan SE Larangan Gratifikasi bagi ASN
BACA JUGA:Realisasi TPG Bengkulu Tembus Rp144 Miliar, 17.788 Guru Sudah Terima Tunjangan Profesi
“Kalau musim panen sawit dan komoditas lain, warga sangat kesulitan. Harapan kami pemerintah segera merealisasikan pembangunan, karena jembatan ini benar-benar kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkap Indri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
