Ganti Bibit Unggul, Pemkab Bengkulu Selatan Targetkan 500 Hektare Sawit Diremajakan
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arief Budiman--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan tengah mengakselerasi transformasi sektor perkebunan melalui skema Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) edisi 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas fenomena penurunan yield atau produktivitas akibat banyaknya tegakan sawit warga yang telah memasuki fase uzur dan tidak lagi ekonomis.
Revitalisasi massal ini mendapat sokongan finansial penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Tahun ini, Bumi Sekundang Setungguan mematok target ambisius seluas 500 hektare lahan sawit rakyat untuk dikonversi menggunakan bibit unggul bersertifikat.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arief Budiman, menegaskan bahwa suksesi PSR merupakan instruksi langsung dari duet kepemimpinan Bupati Rifai Tajuddin dan Wakil Bupati Yevri Sudianto demi memperkuat struktur ekonomi berbasis agraria.
BACA JUGA:Ruang Terbuka Hijau Milik Rakyat, Bupati Rifai Ingatkan Keamanan di Lapangan Sekundang
BACA JUGA:Gas Melon Tembus Rp40 Ribu, Disperindag Bengkulu Selatan Gerebek Pangkalan Elpiji 3 Kg
“Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kebun sawit masyarakat,” katanya.
Namun, ambisi besar ini menghadapi tantangan teknis di lapangan. Hingga kuartal ini, progres kesiapan lahan masih merangkak di angka 130 hektare, atau belum menyentuh separuh dari target tahunan.
Rendahnya realisasi ini memicu Dinas Pertanian untuk memperketat pendampingan administrasi dan verifikasi faktual terhadap kelompok tani.
Tim teknis kini diterjunkan untuk mengidentifikasi sumbat botol (bottleneck) yang menghambat petani dalam mengakses program ini. Selain aspek legalitas lahan, pemerintah juga fokus memastikan bahwa dana stimulan dari pusat benar-benar terkonversi menjadi kebun yang produktif di masa depan.
BACA JUGA:Belum Bayar THR H-4 Lebaran, Disnakertrans Bengkulu Panggil 2 Perusahaan Swasta
BACA JUGA:Klaim Dikeroyok, Mantan Camat di Seluma Seret Suami Selingkuhannya ke Jalur Hukum
Arief menjamin setiap tahapan, mulai dari penumbangan pohon tua hingga penanaman perdana, akan dipelototi secara saksama guna menghindari penyimpangan prosedur.
“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, sehingga pengawasan akan terus kami lakukan,” pungkas Arief.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

