Bank Indonesia

Lelang Ulang Maskapai Haji Bengkulu 2026: Pemprov Tambah Anggaran Jadi Rp10,7 Miliar

Lelang Ulang Maskapai Haji Bengkulu 2026: Pemprov Tambah Anggaran Jadi Rp10,7 Miliar

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Bengkulu, Dadi Hartono--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berpacu dengan waktu untuk memastikan mobilisasi jemaah haji tahun 2026 berjalan mulus. Setelah sempat menemui jalan buntu pada proses tender pertama, otoritas setempat memutuskan untuk segera menggelar lelang ulang guna mencari maskapai pengangkut yang akan menerbangkan para jemaah.

Keputusan ini diambil sebagai langkah darurat mengingat jadwal keberangkatan ke tanah suci sudah di depan mata.

Jika merujuk pada kalender penyelenggaraan haji, para tamu Allah ini dijadwalkan mulai bertolak pada 24 April 2026 mendatang, yang artinya hanya tersisa waktu sekitar satu bulan bagi pemerintah untuk merampungkan kontrak angkutan udara menuju Embarkasi Padang.

Kegagalan lelang pada tahap awal disinyalir karena adanya ketimpangan antara pagu anggaran yang disiapkan dengan nilai penawaran pasar dari pihak maskapai.

BACA JUGA:Gairahkan Hidup Lansia, Pemkab Seluma Perintahkan Desa Garap Program Sekolah Khusus

BACA JUGA:10 Ribu Pengunjung Tumpah di Pantai Penago 1, Konser Gratis Jadi Magnet Lebaran

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Bengkulu, Dadi Hartono, membeberkan bahwa kondisi tersebut membuat para operator penerbangan enggan melirik tender tersebut.

“Kita sudah mencoba melakukan lelang terbuka, namun belum ada maskapai yang melakukan penawaran. Jika melihat harga yang diminta maskapai untuk penerbangan pulang-pergi sekitar Rp10,7 miliar, sementara anggaran yang tersedia sebelumnya hanya Rp9,5 miliar,” jelas Dadi.

Guna menutupi defisit anggaran tersebut, Pemprov Bengkulu telah menempuh jalur konsultasi hukum dan finansial agar tidak menyalahi aturan di kemudian hari. Strategi pergeseran dana internal pun dipilih sebagai jalan keluar tercepat.

“Setelah kita melakukan koordinasi dan meminta petunjuk BPKP, diputuskan bahwa kekurangan anggaran akan diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau melalui pergeseran anggaran,” ujarnya.

Melalui penyesuaian angka di plafon lelang yang baru, pemerintah optimistis daya tarik tender kali ini akan lebih tinggi. Dadi menyebutkan bahwa salah satu maskapai bertarif rendah sudah sempat memberikan gambaran harga sebelumnya.

BACA JUGA:Cegah Kenakalan Remaja, Satpol PP Bengkulu Selatan Fokus Edukasi Hukum ke Pelajar

BACA JUGA:Ikan Larangan Taba Lubuk Puding Ramai Dikunjungi Saat Lebaran, Jadi Wisata Alam Paling Favorit

“Insyaallah dengan anggaran Rp10,7 miliar akan segera kita lelang kembali. Untuk maskapai dengan penawaran terendah sebelumnya adalah Lion Air,” tambah Dadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait