Bank Indonesia

Anggaran Rp250 Juta Hanya di Atas Kertas, Jalan Pasar Sembayat 4 Bulan Dibiarkan Ambles

Anggaran Rp250 Juta Hanya di Atas Kertas, Jalan Pasar Sembayat 4 Bulan Dibiarkan Ambles

Anggaran Rp250 Juta Hanya di Atas Kertas, Jalan Pasar Sembayat 4 Bulan Dibiarkan Ambles--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Kelumpuhan akses logistik menuju Pasar Sembayat di Kelurahan Bunga Mas, Kecamatan Seluma Timur, kian mencekik aktivitas warga. Terhitung sudah satu caturwulan jalur utama ini dibiarkan merana pasca-ambles, tanpa ada realisasi perbaikan nyata dari otoritas terkait hingga Senin sore, 23 Maret 2026.

Padahal, titik tersebut merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan masyarakat dengan pusat perbelanjaan terbesar di wilayah tersebut. Kini, pemandangan jalan yang menganga memaksa pengendara memutar otak mencari jalur lain.

Piterwal Ramadan, seorang warga setempat, meluapkan kekecewaannya atas lambannya respons pemerintah. Ia menilai, keberadaan jalur alternatif tidak lantas menghapus urgensi perbaikan jalan utama yang kini hanya menjadi "monumen" kerusakan.

"Sudah empat bulan kami hanya disuguhi pemandangan jalan rusak. Ini akses vital, kalau terus dibiarkan, mobilitas warga terganggu. Kami butuh bukti kerja, bukan sekadar janji perbaikan," ketus Piterwal.

BACA JUGA:Cegah KLB, 13 Ribu Dosis Vaksin Campak Didistribusikan ke Seluruh Wilayah Bengkulu

BACA JUGA:Mandi di Kawasan Eks Lokalisasi Pulau Baai, Bocah 11 Tahun Tewas Diduga Terseret Arus Muara

Ironisnya, lokasi tersebut dikenal sebagai "langganan" longsor. Piterwal menyebutkan bahwa perbaikan yang dilakukan sebelumnya terkesan asal-asalan karena selalu kembali ambruk dalam waktu singkat. Akibatnya, saat ini kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas lantaran badan jalan kian menyempit.

"Jangan hanya tambal sulam. Kami menuntut konstruksi yang berkualitas supaya anggaran tidak terbuang percuma hanya untuk jalan yang bolak-balik ambles," tambahnya.

Menanggapi desakan publik, Sekretaris Daerah (Sekda) Seluma, Deddy, mengeklaim bahwa kendala bukan pada masalah finansial. Pemerintah Kabupaten Seluma disebut telah mengetok palu anggaran sebesar Rp250 juta dalam APBD 2026 khusus untuk menangani titik kritis tersebut.

"Dana Rp250 juta sudah siap dan terkunci di APBD tahun ini. Eksekusinya sekarang berada di tangan dinas teknis untuk segera melakukan lelang atau pengerjaan fisik," jelas Deddy.

Kendati "lampu hijau" anggaran sudah menyala, ketiadaan alat berat di lapangan terus memicu skeptisisme warga. Kini, bola panas berada di tangan dinas terkait untuk membuktikan komitmen mereka sebelum akses tersebut benar-benar terputus total dan melumpuhkan ekonomi kerakyatan di Seluma Timur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait